Kerjasama Strategis Iran dan Uni Eropa
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dalam pertemuannya dengan menteri keuangan Iran, menekankan perluasan hubungan kedua negara di sektor ekonomi dan energi. Ia mengatakan, Republik Islam Iran memainkan peran penting dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan di kawasan.
Menteri Keuangan Iran Ali Tayyip Niya sedang berada di Budapest untuk menghadiri pertemuan pertama Komisi Kerjasama Ekonomi Iran dan Hungaria.
Agenda utama pertemuan itu antara lain; membagun hubungan perbankan kedua negara, menghapus hambatan yang ada untuk kegiatan ekonomi dan meningkatkan pertukaran perdagangan. Dalam kerangka ini, Bank Ekspor-Impor Hungaria (Eximbank) mengalokasikan dana 85 juta euro kepada Iran untuk menaikkan volume perdagangan bilateral.
Enam dokumen kerjasama di sektor ekonomi, budaya dan olahraga juga akan ditandatangani antara Iran dan Hungaria. Upacara ini disaksikan oleh menteri keuangan Iran dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto.
Pernyataan Viktor Orban dalam pertemuan Budapest dan penekanannya untuk menggunakan semua kapasitas bagi hubungan baru Iran-Eropa, patut mendapat perhatian. Statemen ini bisa dianggap sebagai umpan balik untuk benar-benar memajukan hubungan Iran-Eropa pasca pelaksanaan perjanjian nuklir, dan juga dalam konteks kesepahaman terkait isu-isu yang menyangkut kedua pihak.
Saat ini Iran dan negara-negara Eropa telah memasuki babak baru kerjasama dan yang paling menonjol adalah kerjasama mereka dalam perang kontra-terorisme serta penyelundupan narkoba dan kejahatan terorganisir. Ini menjadi bukti bahwa dialog Iran dan Eropa telah naik status dari tingkat kritis ke level kerjasama stategis.
Amerika Serikat tentu tidak menyetujui kesepahaman ini dan dengan dalih-dalih palsu berusaha mencegah perluasan hubungan strategis antara Republik Islam Iran dan Uni Eropa. Namun, Eropa mulai mengambil sikap bahwa mereka tidak dapat selamanya tersandera oleh kebijakan dan tuntutan sepihak AS.
Negara-negara Eropa sudah pernah merasakan dampak negatif akibat mengamini kebijakan sanksi AS terhadap Iran dan tidak ingin lagi jatuh pada lubang yang sama.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, dalam pembicaraannya dengan para pejabat Tehran juga menegaskan keputusan Eropa untuk memperluas kerjasama dengan Iran demi kepentingan bersama. Ia juga menolak sikap Presiden Donald Trump terkait perjanjian nuklir. Dalam wawancara dengan televisi CNN, Mogherini mengatakan, perjanjian nuklir Iran bukan sebuah kesepakatan bilateral antara Iran dan AS, tapi ini adalah perjanjian multilateral yang disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.
Jadi, dapat dikatakan bahwa Uni Eropa sekarang menaruh perhatian khusus terhadap peran Iran sebagai pencipta stabilitas di kawasan. Oleh karena itu, pertemuan dan pembicaraan antara Iran-Eropa selalu menekankan masalah peningkatan kerjasama bilateral.
Dengan memperhatikan pandangan Uni Eropa terkait isu-isu regional, maka kerjasama ini akan memperkuat kesepahaman politik serta membantu menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Iran dan negara-negara Eropa memiliki kesamaan pandangan dalam banyak isu-isu penting di kawasan. Kesamaan ini diharapkan akan membentuk sebuah dialog konstruktif untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan dan ancaman kolektif. (RM)