Iran dan Saudi Capai Kemajuan Soal Pelaksanaan Ibadah Haji
Kepala Lembaga Haji dan Ziarah Iran, Hamid Mohammadi mengatakan, kemajuan relatif telah dicapai dalam pembicaraan yang sedang berlangsung antara Iran dan Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Dalam wawancara dengan kantor berita IRIB, Kamis (2/3/2017), Mohammadi menambahkan, jika pembicaraan Iran dan Saudi terus mencapai kemajuan dan menghasilkan sebuah kesepakatan, maka para jamaah Iran akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Delegasi Iran yang dipimpin oleh Mohammadi tiba di Riyadh pada 22 Februari atas undangan pemerintah Saudi untuk membahas dimulainya kembali pengiriman jamaah haji Iran ke Tanah Suci.
"Menjaga kemuliaan dan martabat para jamaah Iran serta memberikan pelayanan kesehatan dan layanan konsuler termasuk di antara persoalan yang dibahas dengan pihak Saudi," kata Mohammadi mengacu pada masalah antara Tehran dan Riyadh termasuk pemutusan hubungan bilateral dan absennya jamaah Iran pada musim haji tahun lalu.
Ia menerangkan bahwa kemajuan yang bagus telah dicapai dan kementerian haji serta menteri haji Arab Saudi bersedia untuk memenuhi tuntutan dan harapan Iran.
Saudi, lanjutnya, secara resmi telah menghukum dua anggota polisi yang melakukan pelanggaran di Bandara Jeddah. Perkembangan ini merupakan salah satu hasil dari pembicaraan delegasi Iran dengan para pejabat Saudi.
"Masalah pemberian pelayanan kesehatan kepada jamaah haji Iran sudah teratasi dan kedua pihak juga menerima bahwa mereka harus membicarakan mekanisme pemberian layanan konsuler," jelas Mohammadi.
Mohammadi dan Menteri Haji dan Umrah Saudi, Mohammad Saleh Bin Taher Benten telah melakukan tiga putaran pembicaraan untuk membahas berbagai persoalan yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah haji.
Tahun lalu, Saudi dengan alasan yang tidak jelas menghalangi partisipasi beberapa negara Muslim termasuk Iran dan Suriah dalam manasik haji. (RM)