Rahbar: Babak Baru Teluk Persia & Hormuz Sedang Terbentuk!
-
Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
Pars Today - Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, dalam pesannya menyambut Hari Teluk Persia (10 Ordibehesht) menegaskan bahwa setelah dua bulan berlalu sejak mobilisasi terbesar dan agresi para penindas dunia di kawasan serta kekalahan memalukan AS dalam skemanya, babak baru Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang terbentuk.
Menurut laporan Pars Today, 30 April 2026 teks pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, pada kesempatan tanggal 10 Ordibehesht, Hari Nasional Teluk Persia, adalah sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Salah satu berkah Allah SWT yang tak tergantikan bagi bangsa-bangsa Muslim di wilayah kita, terutama rakyat mulia Iran-Islam, adalah anugerah Teluk Persia. Sebuah berkah yang melampaui sekadar perairan yang telah membentuk sebagian identitas dan peradaban kita dan selain menjadi titik penghubung bangsa-bangsa, juga telah menciptakan jalur ekonomi global yang vital dan unik di Selat Hormuz dan kemudian laut Oman. Aset strategis ini telah membangkitkan keserakahan banyak setan di abad-abad yang lalu, dan sejarah invasi berulang kali oleh orang asing Eropa dan Amerika, ketidakamanan, kerugian, dan berbagai ancaman terhadap negara-negara di kawasan itu hanyalah sebagian kecil dari rencana jahat kekuatan-kekuatan arogan dunia terhadap penduduk wilayah Teluk Persia, contoh terbarunya adalah pembunuhan yang dilakukan Setan Besar.
Bangsa Iran, yang memiliki garis pantai terpanjang di Teluk Persia, telah melakukan pengorbanan terbesar untuk kemerdekaan Teluk Persia dan melawan penjajah serta agresor, mulai dari pengusiran Portugis dan pembebasan Selat Hormuz, yang menjadi dasar penetapan tanggal 10 Ordibehesht sebagai Hari Nasional Teluk Persia, hingga perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan kisah-kisah perlawanan terhadap kolonialisme Inggris, dan lain sebagainya. Namun, Revolusi Islam merupakan titik balik dari perlawanan-perlawanan ini dalam memutus cengkeraman kekuatan-kekuatan arogan dari wilayah Teluk Persia, dan hari ini, dua bulan setelah kampanye militer dan agresi terbesar oleh para penindas dunia di wilayah tersebut dan kekalahan memalukan Amerika dalam rencananya, babak baru muncul untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Bangsa-bangsa di kawasan Teluk Persia, yang selama bertahun-tahun terbiasa dengan kebungkaman dan penerimaan kehinaan oleh para penguasa mereka di hadapan para penindas dan agresor, telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, dalam enam puluh hari terakhir, manifestasi indah dari keteguhan, kewaspadaan, dan perjuangan berani pasukan angkatan laut Artesh dan IRGC, bersamaan dengan semangat dan kesatriaan rakyat dan pemuda wilayah selatan Iran tercinta dalam menolak dominasi asing.
Hari ini, berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan berkah dari darah syuhada yang tertindas dalam Perang Ketiga yang Dipaksakan, khususnya dari Pemimpin Revolusi Islam yang agung dan berpandangan jauh, semoga Allah meninggikan derajatnya, telah terbukti bukan hanya di kalangan opini publik dunia dan bangsa-bangsa di kawasan ini, tetapi bahkan kepada para sultan dan penguasa negara-negara bahwa kehadiran orang asing Amerika dan keberadaan mereka di wilayah Teluk Persia merupakan faktor terpenting dalam ketidakamanan di kawasan ini, dan bahwa pangkalan-pangkalan boneka Amerika bahkan tidak memiliki kekuatan dan kapasitas untuk menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi ada harapan bahwa Amerika akan memberikan keamanan kepada para pendukungnya dan orang-orang yang menyembah Amerika di kawasan tersebut.
Dengan rahmat dan kuasa Allah, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika dan untuk melayani kemajuan, kenyamanan, dan kemakmuran rakyatnya. Kita berbagi "nasib" dengan tetangga kita di perairan Teluk Persia dan Laut Oman, dan orang asing yang dengan rakus melakukan kejahatan di dalamnya dari jarak ribuan kilometer tidak memiliki tempat di dalamnya kecuali di kedalaman perairannya. Dan rangkaian kemenangan ini, yang telah dicapai dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa di bawah naungan langkah-langkah dan kebijakan perlawanan serta strategi Iran yang kuat, akan menjadi awal dari tatanan baru di kawasan dan dunia.
Saat ini, kebangkitan luar biasa bangsa Iran tidak terbatas pada puluhan juta orang yang mengorbankan nyawa mereka dalam perjuangan melawan Zionisme dan Amerika yang haus darah. Di hadapan barisan bersatu bangsa Islam yang diutus, sembilan puluh juta warga Iran yang bersemangat dan mulia di dalam dan luar negeri telah menganggap semua kapasitas identitas, spiritualitas, kemanusiaan, ilmu pengetahuan, industri, dan teknologi dasar dan baru - dari nano dan bio hingga nuklir dan rudal - sebagai modal nasional mereka dan akan menjaganya seperti perbatasan air, darat, dan udara.
Dengan rasa syukur yang nyata atas berkah penerapan pengelolaan Selat Hormuz, Iran-Islam akan mengamankan kawasan Teluk Persia dan menghilangkan penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh yang bermusuhan. Aturan hukum dan penerapan pengelolaan baru Selat Hormuz akan membawa kenyamanan dan kemajuan bagi seluruh bangsa di kawasan ini, dan manfaat ekonominya akan membahagiakan hati bangsa-bangsa, Insya Allah, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.
Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei
10 Ordibehesht 1405 HS (30 April 2026)(sl)