Haaretz: Lebanon Kini Jadi Medan Paling Berdarah bagi Tentara Israel!
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189242-haaretz_lebanon_kini_jadi_medan_paling_berdarah_bagi_tentara_israel!
Pars Today - Surat kabar Israel Haaretz dalam sebuah laporan menyatakan bahwa saat ini front Lebanon telah berubah menjadi medan paling sulit dan paling berdarah bagi tentara rezim Zionis.
(last modified 2026-05-01T08:49:57+00:00 )
May 01, 2026 15:46 Asia/Jakarta
  • Tentara Israel
    Tentara Israel

Pars Today - Surat kabar Israel Haaretz dalam sebuah laporan menyatakan bahwa saat ini front Lebanon telah berubah menjadi medan paling sulit dan paling berdarah bagi tentara rezim Zionis.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, 1 Mei 2026, fakta-fakta dari Laporan Media Israel:

1. Hizbullah Eksploitasi Titik Lemah

Hizbullah berhasil mengidentifikasi kelemahan tentara Israel. Bahkan di dalam unit-unit militer, mulai muncul pertanyaan tentang kelanjutan operasi di Lebanon.

2. Tidak Ada Tanda-tanda Mundur

Hizbullah tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dan terus melanjutkan aktivitasnya.

3. Pola Perang Hancur-hancuran

Sebagian besar operasi tentara Israel di Lebanon selatan meniru pola operasi Gaza 2025, fokus pada penghancuran sistematis dan masif rumah-rumah warga.

4. Jumlah Korban Terus Naik

Meningkatnya jumlah tentara Israel yang terluka memicu pertanyaan di dalam militer: apakah tujuan yang ditetapkan sebanding dengan risiko tinggi yang dihadapi prajurit dari ancaman drone?

5. Kondisi Lebih Buruk dari Sebelum Perang

Koran Yisrael Hayom mengutip perwira senior yang mengakui bahwa situasi saat ini di front Lebanon jauh lebih buruk daripada masa sebelum perang. "Kembali ke rawa Lebanon" mulai terbentuk lagi.

6. Kegagalan Taktis vs Drone

Tentara Israel mengalami kegagalan taktis dalam menghadapi drone berpenguat serat optik milik Hizbullah, terjadi bersamaan dengan kegagalan strategis akibat arogansi dan kesombongan.

7. Channel 13 Peringatkan Eskalasi

Ancaman drone saat ini terpusat di Lebanon, tetapi bisa dengan mudah menyebar ke front lain, termasuk Tepi Barat.

Media Israel sendiri yang membunyikan alarm: Lebanon adalah neraka bagi tentara mereka saat ini. Bukan hanya karena Hizbullah kuat, tetapi karena perang ini tidak punya tujuan yang jelas. "Kembali ke rawa Lebanon", frasa yang dulu dipakai untuk menggambarkan kebuntuhan tahun 1980-an hingga 2000-an, kini dipakai lagi.

Bedanya, kali ini musuh tidak perlu tank atau pesawat. Mereka cukup menggunakan drone murah yang membuat sistem pertahanan canggih Israel kewalahan. Ironisnya, Israel yang dulu dijuluki "negara drone" di Timur Tengah, kini dibuat kocar-kacir oleh drone orang lain. Ketika prajurit sendiri mulai bertanya "untuk apa kami di sini?", itu bukan lagi pertanda perang, itu tanda awal kekalahan. Dan kabar terburuknya: jika pola ini tidak berubah, Tepi Barat akan menyusul. Selamat datang di mimpi buruk yang dibuat sendiri.(sl)