Iran Ajak Negara Regional Utamakan Interaksi dan Dialog
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan negara-negara kawasan tidak ada jalan lain kecuali berinteraksi dan berdialog dengan Iran, karena kami selalu menginginkan kebaikan untuk kawasan.
Dalam wawancara dengan kantor berita ISNA, Sabtu (4/3/2017), Zarif menekankan kelanjutan interaksi dan dialog untuk memecahkan berbagai persoalan regional.
"Iran mendefinisikan kepentingannya di kawasan dan dalam konteks kerjasama, interaksi dan dialog dengan negara-negara tetangga," ujarnya.
Menurut Zarif, beberapa negara regional dengan pilihan yang salah telah mengurangi pengaruh mereka di wilayah ini. "Beberapa negara regional sayangnya mendukung teroris dan melepaskan tanggung jawab atas tindakan-tindakannya," tambahnya.
Iran, lanjut Zarif, menyarankan para tetangga untuk meninjau ulang kebijakannya yang tidak membawa apapun kecuali kehancuran dan kekacauan bagi mereka sendiri dan kawasan serta memilih jalan yang benar.
Terkait dengan langkah terbaru Arab Saudi di kawasan termasuk tindakan anti-Iran, ia berpendapat bahwa para pejabat Riyadh lebih memilih menciptakan ketegangan di kawasan ketimbang memanfaatkan kondisi saat ini untuk interaksi dan dialog.
Menlu Iran menegaskan bahwa kebijakan dan tekanan terhadap Tehran tidak akan berhasil. Di era baru, ucapnya, kawasan dan atmosfer dunia menolak hegemoni dan orang-orang yang ingin menghidupkan kebijakan hegemonik, mereka telah keliru.
Kepala jawatan diplomasi Iran ini juga menganggap ekstremisme dan terorisme sebagai bahaya bersama bagi kawasan dan dunia.
"Teroris yang ada di kawasan pada akhirnya akan menyerang pihak-pihak yang terlibat dalam membentuk dan menyebarkan kelompok-kelompok teroris ini, memberikan dukungan dana, politik dan senjata kepada mereka," pungkasnya. (RM)