Ayatullah Emami Kashani: Bangsa Iran Cinta Perdamaian
Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, partisipasi luas masyarakat dan kekuatan militer Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran telah menghapus keberanian musuh untuk melancarkan berbagai bentuk agresi ke negara ini.
"Angkatan Bersenjata termasuk Angkatan Laut tidak akan mengabaikan upaya apapun untuk menjamin keamanan Republik Islam Iran," kata Ayatullah Emami Kashani dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Iran, Jumat (11/3/2016).
Hal itu disampaikan Ayatullah Emami Kashani ketika menyinggung kekhawatiran kekuatan-kekuatan dunia atas ujicoba dan manuver rudal Iran baru-baru ini.
Khatib Shalat Jumat Tehran menilai pemerintah Republik Islam Iran sebagai model bagi semua negara dunia.
"Banyak negara yang hanya mengejar penjajahan dan eksploitasi terhadap bangsa-bangsanya atau bangsa-bangsa lain, namun pemerintahan Islam Iran hanya mengejar untuk menjamin hak-hak dan kepentingan rakyatnya," imbuhnya.
Ayatullah Emami Kashani menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menjadi ancaman bagi negara manapun.
"Dunia menyadari hal penting ini bahwa bangsa Republik Islam Iran adalah bangsa yang menuntut dan mencintai perdamaian serta tidak berniat untuk mengagresi negara dan bangsa manapun," tegasnya.
Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung sambutan luas rakyat Iran terhadap pemilu parlemen dan pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan yang digelar pada tanggal 26 Februari.
"Partisipasi lebih dari 60 persen rakyat dalam pemilu baru-baru ini merupakan jawaban tegas terhadap konspirasi dan ancaman musuh-musuh Republik Islam," ujarnya.
Ayatullah Emami Kashani menilai komitmen terhadap hak-hak rakyat dan upaya untuk menumbuhkan ekonomi serta mendorong tiga lembaga pemerintah: eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai karakteristik dari pemerintahan Islam.
"Pemerintah Republik Islam Iran berasal dari identitas Islam dan Wilayatul Fakih," jelasnya.
Khatib Shalat Jumat Tehran juga menyinggung transformasi di kawasan dan konflik di sejumlah negara Timur Tengah.
"Republik Islam Iran selalu berusaha untuk memecahkan persoalan dan konflik regional melalui perundingan politik," pungkasnya.
Di hari terakhir manuver Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran) pada hari Rabu, 9 Maret 2016, IRGC sukses meluncurkan dua rudal balistik Qadr-H dan Qadr-F ke arah target yang sudah ditentukan dalam jarak 1.400 kilometer.
Manuver rudal Iran oleh pasukan IRGC menjadi berita hangat di banyak media internasional. Media-media itu menulis, rudal-rudal Iran yang diluncurkan dari wilayah pusat negara ini memiliki daya jangkau hingga 2.000 kilometer.
Sejumlah negara Barat terutama Amerika Serikat berusaha menggambarkan manuver rudal IRGC sebagai pelanggaran terhadap JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), namun semua pihak menilai bahwa manuver ini tidak bertentangan dengan perjanjian nuklir tersebut. (RA)