Ghassemi Kecam Serangan Teroris di Mesir
-
Bahram Ghassemi
Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengecam serangan terhadap warga Kristen di provinsi Minya, dan menilainya sebagai bentuk nyata dari aksi pendukung sektarianisme di dunia.
Sebanyak 10 orang bersenjata tak dikenal menyerang sebuah bis yang ditumpangi warga Kristen provinsi Minya, yang menyebabkan sedikitnya 26 tewas dan lebih dari 20 orang terluka.
Bahram Ghassemi dalam statemennya menyinggung rangkaian aksi ledakan di Manchester, serangan teroris Daesh dan milisi Abu Sayyaf di Filipina, aksi terorisme di Indonesia dan Thailand serta penembakan di Mesir yang seluruhnya terjadi tidak lama setelah kunjungan presiden AS ke Arab Saudi
"Pengulangan peristiwa ini menunjukkan indikasi meningkatnya sektarianisme sebagai wajah lain dari represi dan pembantaian yang berlangsung di Arab Saudi, Bahrain, dan perang berdarah di Yaman," ujar jubir kemenlu Iran.
"Aksi sandiwara terbaru di Riyadh yang dilakukan demi menutupi sepak terjang terorisme dan ekstremisme, tampaknya tidak membuahkan hasil kecuali dukungan terhadap akar pemikiran takfiri dan Wahabisme serta sumber finansial dan logistik terorisme bersenjata di seluruh penjuru dunia," tegas Ghassemi.
Tumpahnya darah orang-orang tak bersalah dari kalangan Muslim, Kristen dan penganut agama lainnya merupakan buah langsung ekstremisme dan sektarianisme yang didukung pihak tertentu. Oleh karena itu, negara-negara dunia dan organisasi internasional mengemban tanggung jawab besar untuk mewujudkan keamanan global dan memerangi terorisme secara lebih serius.