Brigjen Ashtari: Pembagian Teroris Ala Barat Ancam Keamanan Dunia
-
Brigjen Hossein Ashtari, Kepala Kepolisian RII (paling kiri) dan Abdolreza Rahmani Fazli, Mendagri RII (tengah)
Kepala Kepolisian Republik Islam Iran menilai pembagian terorisme menjadi baik dan buruk sebagai kesalahan strategis dan ancaman bagi keamanan dunia.
Brigadir Jenderal Hossein Ashtari mengatakan hal itu dalam Konferensi Internasional Kalkan ke-13 di Tehran, ibukota Iran, Senin (10/7/2017.
"Hari ini, terorisme merupakan tantangan besar global dan semua negara harus memerangi fenomena buruk ini," kata Brigjen Ashtari seperti dikutip IRNA.
Ia menegaskan, pemberantasan terorisme tidak bisa dilakukan hanya dengan peralatan militer.
"Interpol telah menawarkan solusi yang tepat untuk kerjasama di antara negara-negara (dunia) dalam memberantas ekstremisme, sehingga dengan pertukaran informasi, jalur penyusupan terorisme ke berbagai negara akan tertutup," ujarnya.
Brigjen Ashtari menjelaskan, Iran, sebagai korban terorisme, terdepan dalam pemberantasan kejahatan terorganisir dalam kerangka tujuan-tujuan nasional dan internasional dan dengan memanfaatkan kapasitas internal negara ini.
Meskipun kawasan Timur Tengah dilanda ketidakamanan, lanjutnya, namun Iran menikmati keamanan tinggi.
Sementara itu, Abdolreza Rahmani Fazli, Menteri Dalam Negeri Iran dalam konferensi tersebut mengatakan, semua harus komitmen untuk memberantas teroris yang memakai segala bentuk pakaian dan pemikiran untuk menghapus kebebasan, perdamaian dan keamanan masyarakat.
Konferensi Internasional Kalkan ke-13 yang dikenal dengan Kelompok Kerja Operasi Khusus Kalkan (Evaluasi Mekanisme Pemberantasan Terorisme) digelar selama dua hari di Tehran.
Konferensi yang dimulai pada Senin ini dihadiri oleh 75 perwakilan dari 30 negara dunia. Kalkan adalah nama sebuah desa di Kyrgyzstan yang menjadi tempat awal dimulainya jalur penumpasan terorisme. (RA)