Iran: Sanksi Baru AS Murah dan Tak Bernilai
-
ِDeplu Iran
Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran seraya mengecam langkah tak benilai Amerika Serikat menambah nama-nama baru di list sanksi ilegalnya mengingatkan, Iran juga akan melakukan aksi serupa dan memasukkan sejumlah individu dan entitas Amerika ke list sanksi.
Departemen Keuangan Amerika Selasa (18/7) mencantumkan 18 individu dan entitas Iran serta asing ke dalam list sanksi dengan berbagai dalih termasuk hubungan dengan program rudal Republik Islam Iran.
Sanksi baru Amerika terhadap entitas dan individu Iran berlangsung ketika Presiden AS, Donald Trump hari Senin untuk kedua kalinya membenarkan komitmen Tehran terhadap Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA)
Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada 17 Mei juga menjatuhkan sanksi kepada tujuh individu dan perusahaan Iran serta Cina dengan dalih memiliki hubungan dengan program rudal Iran.
Dengan berkuasanya Trump, kebijakan permusuhan Washington terhadap Tehran semakin meningkat.
Amerika mengkliam bahwa uji coba rudal Iran bertentangan dengan resolusi 2231 Dewan Keamanan dan uji coba tersebut mencakup rudal yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir, namun Nabila Massrali, juru bicara kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa baru-baru ini mengakui bahwa uji coba rudal Iran tidak melanggar JCPOA.
Sementara itu, Republik Islam Iran berulang kali menyatakan bahwa rudal balistik negara ini dirancang untuk tidak membawa hulu ledak nuklir dan Tehran tidak membutuhkan senjata pemusnah massal. Hal ini karena fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengharamkan senjata nuklir.
Iran juga senantiasa menyatakan dirinya komitmen dengan Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT). (MF)