Kharrazi: AS Terapkan Standar Ganda terhadap JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41426-kharrazi_as_terapkan_standar_ganda_terhadap_jcpoa
Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat di masa pemerintahan sekarang menerapkan standar ganda terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Jul 21, 2017 23:33 Asia/Jakarta
  • Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri RII
    Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri RII

Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat di masa pemerintahan sekarang menerapkan standar ganda terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

Kamal Kharrazi mengatakan hal itu kepada wartawan di Paris, ibukota Perancis pada Jumat (21/7/2017) ketika menegaskan bahwa JCPOA merupakan sebuah dokumen internasional yang harus dihormati.

"Pemerintah Donald Trump (Presiden AS) meskipun tidak secara terang-terangan menentang JCPOA, namun dengan menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Republik Islam Iran dan memberlakukan tekanan terhadap bank-bank internasional, maka negara itu tidak hanya melanggar semangat JCPOA, tetapi juga melanggar teks perjanjian nuklir ini," kata Kharrazi seperti dikutip ISNA.

Ia menambahkan, AS menarget industri rudal Iran dengan tujuan untuk menekan negara ini dan perjanjian nuklir JCPOA.

Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran lebih lanjut menuturkan, penentangan AS terhadap uji coba rudal Iran tidak memiliki landasan hukum dan negara ini akan melanjutkan pengembangan kemampuan rudalnya yang memiliki dimensi pertahanan.

Menyusul berkuasanya Trump, AS mengambil kebijakan yang lebih agresif terhadap Iran. Para pejabat Gedung Putih mengklaim bahwa uji coba rudal Iran melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB karena uji coba itu meliputi rudal-rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Di sisi lain, Nabila Massrali, Asisten Media Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa baru-baru ini mengatakan, uji coba rudal Iran tidak melanggar kesepakatan nuklir JCPOA.

Sementara itu, Iran telah berulang kali menegaskan bahwa rudal-rudal balistiknya tidak didesain untuk membawa hulu ledak nuklir dan Tehran tidak memerlukan senjata nuklir, sebab berdasarkan fatwa Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, penggunaan senajta nuklir adalah haram.

Iran sendiri juga merupakan anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang selalu menjaga komitmennya dalam traktat ini. (RA)