Iran Siap Jika AS Tinggalkan Perjanjian Nuklir
-
Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi
Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi mengatakan, sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran melanggar perjanjian nuklir Republik Islam dan Kelompok 5+1.
Kementerian Keuangan AS pada Selasa lalu, memasukkan 18 individu serta entitas Iran dan asing dalam daftar sanksi dengan berbagai alasan termasuk hubungan mereka dengan program rudal Iran.
Kharrazi selama wawancara dengan televisi France-24, Jumat (21/7/2017), menuturkan bahwa di antara kasus pelanggaran perjanjian nuklir adalah sanksi baru AS terhadap individu dan lembaga-lembaga Iran serta tekanan atas bank-bank agar tidak bekerjasama dengan Iran.
Ia mengkritik klaim-klaim AS terkait komitmennya terhadap Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan mengatakan, JCPOA adalah garis merah Iran dan Tehran sudah siap jika Washington meninggalkan perjanjian tersebut.
Mengenai langkah Kuwait mengurangi level hubungan diplomatiknya dengan Iran, Kharrazi menerangkan, Arab Saudi memprovokasi Kuwait dan para pejabat Saudi telah melakukan banyak kesalahan di Yaman, Bahrain, Irak dan Suriah.
"Iran menilai satu-satunya jalan damai menyelesaikan krisis regional adalah dialog yang jujur," tegasnya. (RM)