Brigjen Jazayeri: AS-Eropa tidak Kuat Lihat Kemajuan Iran
-
Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri mengatakan, tindakan bermusuhan Amerika Serikat terhadap Iran tentu melanggar Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui sebuah RUU yang akan meningkatkan sanksi terhadap Iran.
AS, Inggris, Perancis dan Jerman juga mengkritik Iran setelah sukses meluncurkan roket pembawa satelit, Simorgh pada Kamis lalu.
"Iran masuk daftar 10 negara pemilik peralatan dan fasilitas yang berhubungan dengan peluncuran satelit. AS dan Eropa tidak kuat menyaksikan kemajuan Republik Islam," tegas Brigjen Jazayeri.
Ia menerangkan bahwa AS dan Eropa memilih menentang uji coba terbaru roket pembawa satelit oleh Iran, di mana Washington menyebut hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Tentu saja penafsiran ini sepenuhnya keliru dari aspek hukum," tandasnya.
Menurut Brigjen Jazayeri, pendekatan AS dan beberapa negara Eropa benar-benar tidak penting dan tidak akan mempengaruhi proses kemajuan Iran.
Mengenai RUU Parlemen Iran untuk melawan tindakan bermusuhan AS, ia mengatakan tindakan AS tentu melanggar JCPOA dan kita harus melawannya, karena sanksi baru adalah senjata lain Washington terhadap Tehran.
"Satu-satunya cara mendorong AS mundur dari sikap bermusuhan terhadap Iran adalah melakukan perlawanan keras terhadap mereka," pungkas Brigjen Jazayeri. (RM)