Jerman Teken Kontrak dengan Pabrik Petrokimia Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i43740-jerman_teken_kontrak_dengan_pabrik_petrokimia_iran
Direktur Pabrik Petrokimia Marjan Iran, Hassan Beigi mengatakan perusahaannya telah menandatangani kontrak pra-penjualan metanol dengan sebuah perusahaan Jerman.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Sep 03, 2017 08:03 Asia/Jakarta
  • Upacara penandatanganan kontrak pra-penjualan antara Pabrik Petrokimia Marjan Iran dan mitranya dari Jerman
    Upacara penandatanganan kontrak pra-penjualan antara Pabrik Petrokimia Marjan Iran dan mitranya dari Jerman

Direktur Pabrik Petrokimia Marjan Iran, Hassan Beigi mengatakan perusahaannya telah menandatangani kontrak pra-penjualan metanol dengan sebuah perusahaan Jerman.

Menurut laporan Jaringan Informasi Minyak dan Energi (Shana), Minggu (3/9/2017), Hassan Beigi menambahkan, kontrak tersebut ditandatangani bersamaan dengan dimulainya hitungan mundur untuk peresmian pabrik Petrokimia Marjan.

"Pembangunan Komplek Petrokimia Marjan mencapai 96 persen dan produksi metanolnya akan dimulai sebelum akhir tahun kalender Iran (20 Maret 2018)," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan tersebut, semua biaya pembangunan pabrik akan kembali dalam hitungan dua tahun.

"Marjan adalah proyek petrokimia pertama yang berhasil mengamankan kesepakatan pra-penjualan dengan perusahaan Eropa," kata Hassan Beigi.

Jika selesai secara sempurna, Komplek Petrokimia Marjan mampu beroperasi pada kapasitas produksi metanol 1.650 juta ton per tahun.

Kaveh Petrochemical, Bushehr Petrochemical dan Marjan adalah tiga pabrik utama petrokimia Iran yang direncanakan beroperasi pada awal tahun 2018. Kapasitas produksi metanol di Iran akan meningkat menjadi lebih dari 10 juta ton.

Menurut para pejabat Tehran, BASF Jerman - produsen kimia terbesar di dunia - berencana melakukan investasi sebesar 4 miliar dolar di industri petrokimia Iran. Perusahaan gas industri Munich, Linde Group juga tertarik pada investasi bernilai miliaran dolar di industri petrokimia negara ini. (RM)