Kemampuan Pangkalan Anti Udara Khatamul Anbiya Menurut Rahbar
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat bertemu dengan para komandan dan staf pangkalan anti udara Khatamul Anbiya, menyebut pangkalan ini sebagai front terdepan dalam membela martabat dan eksistensi negara.
Panglima besar Iran di pertemuan yang digelar hari Ahad (3/9) bertepatan dengan peringatan pembentukan pangkalan anti udara Khatamul Anbiya militer Republik Islam Iran pada 31 Agustus 2008, menilai kemajuan besar di berbagai sektor di militer serta sektor sains dan teknologi sebagai indikasi adanya kemampuan di sumber daya manusia dan pemuda negara ini.
Pangkalan anti udara saat ini menjadi prioritas program pertahanan angkatan bersenjata Republik Islam dan memainkan peran unggul di doktrin pertahanan nasional. Dalam hal ini, pangkalan udara Khatamul Anbiya dengan kemampuan operasi yang tinggi, mampu menjawab ancaman musuh di sektor udara.
Landasan doktrin pertahanan Republik Islam Iran adalah memproduksi sarana kekuatan bagi pertahanan aktif serta pertahanan inovatif dan efektif. Dalam koridor ini, kapasitas pangkalan anti udara dengan memanfaatkan kemampuan dalam negeri dan profesional mencapai kemajuan besar.
Pangkalan anti udara selama era pertahanan suci, dengan memanfaatkan jet-jet tempur pemburu, situs rudal anti udara dan dari darat ke udara, senjata ketinggian rendah dan sedang, radar dan pos pengintai, memiliki aktivitas besar dan sangat efisien. Dewasa ini, pangkalan anti udara semakin canggih dan kemampuannya lebih besar di banding dengan sebelumnya.
Sebuah laman Amerika Serikat menulis, Iran tengah mengupgrade sistem S-200 dan merancang simulasi sistem pertahanan rudal untuk pelatihan. Sistem rudal ini serupa dengan SA-5 Gammon milik Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memiliki karakteristik jarak menengah dan jauh serta dirancang untuk melindungi kawasan yang luas dari serangan pesawat pembom dan jet tempur.
Mingguan Jane's Defence cetakan Inggris baru-baru ini di laporannya seraya mengisyaratkan kemampuan Iran di bidang udara menulis, "Republik Islam Iran saat ini memiliki radar N6 yang memiliki karakteristik identifikasi."
Brigjen Farzad Esmaili, komandan Pangkalan Anti Udara Khatamul Anbiya militer Iran terkait hal ini mengatakan, "Jika dibutuhkan pesawat akan ditembak dengan rudal seperti drone Hermes milik Israel yang diburu pasukan IRGC Iran, jika dibutuhkan pesawat akan dijaring dengan perang elektronik seperti RQ-170, jika dibutuhkan pesawat dengan 108 penumpang NATO dipaksa turun di Republik Islam Iran dan meminta maaf seperti ISAF di tahun 1393 HS, dan jika dibutuhkan peluru tajam dari pangkalan anti udara akan menembak musuh."
Bersandar pada kemampuan ini, kini zona udara Iran menjadi zona aman dan termasuk zona udara paling aman di kawasan Asia Barat yang bergolak. Hal ini mendorong banyak maskapai sipil memanfaatkan zona udara Iran di penerbangan mereka.
Di tahun 2016 tercatat lebih dari 500 ribu penerbangan melintasi zona udara Iran dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyebut zona udara Iran sebagai zona paling aman di Timur Tengah. (MF)