Iranophobia, AS Incar Kepentingannya di Kawasan
Juru bicara kementerian luar negeri Republik Islam Iran mengatakan, Beberapa negara regional dan AS melontarkan sejumlah istilah demi mewujudkan kepentingannya di kawasan.
Bahram Ghassemi menyinggung masalah "Iranophobia" yang disampaikan sejumlah pihak untuk merusak Iran.
"Penggunaan istilah yang berpijak dari kekhawatiran terhadap pengaruh Iran ini adalah sebuah kebijakan keliru. Sebagian kalangan berupaya menggunakan istilah tersebut untuk memisahkan Iran dari kawasan, dan mereka membuka jalan bagi kekuatan asing untuk menginjakan kakinya demi menguras kas bangsa-bangsa kawasan," ujar Ghassemi dalam konferensi pers hari Senin (11/9).
Ketika menjawab pertanyaan wartawan IRIB World Service mengenai statemen menlu Arab Saudi yang disampaikan pasca kontak terbarunya dengan presiden AS, Bahram Ghassemi menjelaskan, "Pengaruh Iran di kawasan menjadi pembahasan natural dan sangat jelas. Budaya dan peradaban tidak dibatasi oleh geografi negara tertentu, dan apa yang ada di lingkungan sekitar Iran adalah masalah peradaban,".
Mengenai klaim koran Inggris, Daily Telegraph bahwa Iran membantu Korea Utara dalam persenjataan nuklir, jubir kemenlu Iran menjelaskan, "Pernyataan tersebut tidak bisa dijadikan pijakan, dan membahasnya hanya buang waktu saja,".
Di bagian lain statemennya, Ghassemi menyampaikan pandangan Iran mengenai masalah referendum Kurdistan Irak yang menegaskan urgensi berlanjutnya dialog antara Baghdad dan Arbil.
"Republik Islam Iran sejauh kemampuannya berupaya untuk mencegah terjadinya krisis yang berdampak destruktif dan berbahaya melalui jalinan hubungan baik dengan semua pihak, dari Kurdi, pemerintah pusat maupun kelompok lainnya," ujar juru bicara jawatan diplomatik Iran.
Menjawab pertanyaan tentang sikap AS mengenai JCPOA, Ghassemi mengungkapkan, "Jika sebuah negara tidak menjalankan komitmennya dengan berbagai alasan, maka ia harus menebusnya dengan harga yang mahal,".
Di awal statemennya pada konferensi pers yang berlangsung hari Senin (11/9), jubir kemenlu Iran mengecam kejahatan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya yang terus berlanjut hingga kini, dan menyampaikan belasungkawa atas terjadinya bencana alam angin topan di AS, dan gempa di Meksiko.