Perluasan Hubungan Iran dan Rusia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i44273-perluasan_hubungan_iran_dan_rusia
Hubungan Republik Islam Iran dan Rusia memiliki beragam peluang dan kapasitas. Oleh karena itu, pejabat kedua negara meyakini hubungan yang ada dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Sep 14, 2017 14:31 Asia/Jakarta

Hubungan Republik Islam Iran dan Rusia memiliki beragam peluang dan kapasitas. Oleh karena itu, pejabat kedua negara meyakini hubungan yang ada dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif Rabu (13/9) usai bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di kota Sochi kepada wartawan mengatakan, "Selama kunjungannya ke Sochi dan pertemuan dengan presiden Rusia telah ditekankan bahwa tidak ada negosiasi di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang telah disepakati dan ini sebuah kesepakatan multilateral serta semua pihak harus komitmen dengan kesepakatan ini."

Zarif juga menjelaskan, "Iran dan Rusia memiliki kerja sama yang baik untuk menciptakan stabilitas dan ketenangan di Suriah dan kami berharap meraih kesuksesan lebih besar untuk menerapkan stabilitas dan ketenangan serta memulai proses politik di Suriah selama perundingan damai Suriah di kota Astana."

Sektor yang patut diperhatikan di hubungan Iran dan Rusia selama beberapa tahun terakhir adalah penyelesaian isu nuklir Iran, namun kini level hubungan politik dan ekonomi kedua negara khususnya pasca JCPOA menunjukkan tekad petinggi Iran dan Rusia untuk meningkatkan hubungan yang ada.

Mahmoud Shoori, direktur pusat riset Eurosia dan pengamat isu Rusia saat diwawancarai IRAS mengatakan, "Mengingat infrastruktur yang dibangun selama tiga tahun terakhir di hubungan Iran dan Rusia, jika terbentuk sejumlah peluang dan kapasitas di dalam negeri, maka di masa mendatang akan dapat disaksikan hubungan stabil dan serius di antara kedua pihak."

Pandangan pemerintah Moskow kepada Tehran khususnya di era kepemimpinan Vladimir Putin serta kencederungannya membahas kerja sama dengan Iran, mendorong Rusia di kebijakan luar negerinya memiliki perhatian istimewa terkait hubungan dengan Iran. Dalam hal ini, peran Iran sebagai salah satu pemain penting bagi interaksi bilateral dan kerja sama strategis yang diminati Moskow.

Kunjungan timbal balik presiden Iran dan Rusia serta pertemuan Putin dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei juga mengindikasikan bahwa tekad kedua pihak untuk memperluas hubungan berada di level tertinggi.

Vladimir Putin saat bertemu dengan sejawatnya dari Iran, Hassan Rouhani di Moskow pada Maret lalu menyebut Tehran sebagai tetangga yang baik, mitra stabil dan terpercaya bagi negaranya.

Keterlibatan Rusia dan Iran di kerja sama menyelesaikan krisis Suriah termasuk bagian yang mendorong hubungan keduanya memasuki fase baru. Kini petinggi kedua negara tengah aktif menggelar lobi dan kunjungan timbal balik di antara pejabat kedua negara juga patut diperhatikan.

Tehran dan Moskow di wacana politik secara praktis menunjukkan bahwa keduanya menghendaki perluasa kerja sama bilataral yang efektif terkait isu-isu global dan regional termasuk perang kontra terorisme dan radikalisme serta solusi bagi krisis di kawasan.

Di bidang kerja sama multilataral strategis ekonomi, seiring dengan terbukanya jalur Utara-Selatan, peran Iran dan Rusia sebagai tempat transit menjadi sangat penting.

Secara global dapat dikatakan bahwa peluang bagus di sektor regional dan internasional serta bilateral untuk memperluas hubungan kedua negara terbuka lebar. Iran dan Rusia menekankan pemanfaatkan sebaik-baiknya peluang ini. (MF)