Khatib Shalat Jumat Tehran: Trump Pembohong dan Haus Perang
-
Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Seddiqi, Khatib Shalat Jumat Tehran
Khatib Shalat Jumat Tehran menyebut pidato Donald Trump, Presiden Amerika Serikat di Majelis Umum PBB sebagai buruk dan tidak berdasar, dan mengatakan bahwa Trump adalah seorang pembohong dan penuntut perang.
Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Seddiqi mengungkapkan hal itu dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Iran, Jumat (22/9/2017).
Sebelumnya, Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York pada Selasa menuding Iran sebagai pendukung terorisme, padahal negara ini merupakan salah satu pilar utama yang memberantas terorisme di kawasan.
Presiden AS dalam pidatonya –untuk kesekian kalinya– juga menyebut perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) sebagai kesepakatan yang mengerikan dan sumber malu bagi AS.
"Pernyataan tidak diplomatik Trump menunjukkan kemarahan dan ketidakberdayaan AS," kata Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi.
Ia menyinggung berbagai kegagalan rencana AS di kawasan, dan menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, Iran, pasukan Muqawama dan Rusia telah melancarkan pukulan berat terhadap para teroris yang didukung oleh AS dan sekutunya di kawasan.
Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyebut Daesh (ISIS), al-Qaeda, Taliban dan kelompok-kelompok teroris lainnya sebagai anak-anak Amerika dan Arab Saudi.
"AS dan Arab Saudi menghabiskan jutaan dolar uang rakyatnya untuk membentuk dan mempersenjatai kelompok-kelompok teroris," ujarnya.
Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi lebih lanjut menggambarkan Revolusi Islam Iran sebagai revolusi orang-orang tertindas di dunia.
"Republik Islam Iran selalu mendukung Irak dan Suriah dalam perang menghadapi kelompok-kelompok teroris," tegasnya.
Di bagian lain dari khutbahnya, Hujjatul Islam wal Muslimin Seddiqi mengucapkan belasungkawa atas datangnya bulan Muharram, bulan kesedihan bagi Rasulullah Saw dan keluarganya.
Ia menuturkan, Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw, bangkit untuk melawan pemerintahan taghut dan arogansi di masa itu. (RA)