Rahbar: Haji, Peluang Terbaik untuk Menggagalkan Propaganda Musuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45315-rahbar_haji_peluang_terbaik_untuk_menggagalkan_propaganda_musuh
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, peluang haji merupakan "mimbar" tablig terbaik untuk menjalin hubungan dengan masyarakat dunia dan menggagalkan propaganda-propaganda musuh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 03, 2017 15:45 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (tengah).
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (tengah).

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, peluang haji merupakan "mimbar" tablig terbaik untuk menjalin hubungan dengan masyarakat dunia dan menggagalkan propaganda-propaganda musuh.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Ketua Organisasi Haji dan Ziarah Republik Islam Iran dan para pejabat terkait haji tahun ini pada Selasa (3/10/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Rahbar menyinggung adanya propaganda besar dan sebuah front internasional yang berbahaya dan aktif, di mana front ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menarget Iran.

"Republik Islam Iran memiliki banyak kepasitas dan kemampuan untuk melawan dan menyerang front ini. Cara untuk menghadapi front berbahaya ini adalah pencerahan dan penindakan terhadap propaganda aktif dan agresif ini, di mana haji adalah salah satu pusat utama dan mendasar untuk melakukan hal tersebut," kata Ayatullah Khamenei seperti dilansir situs informasi Kantor Penjagaan dan Publikasi Karya Rahbar.

Rahbar juga menyebut penjagaan keamanan, martabat dan penghormatan kepada para jemaah haji sebagai bagian penting dari yang dikhawatirkannya.

"Berdasarkan laporan para pejabat (terkait), para jemaah haji tahun ini puas dengan penjagaan kehormatan dan martabat mereka di banyak kasus, meskipun dalam sejumlah kasus lainnya dilaporkan adanya pelanggaran, di mana pelanggaran ini harus ditindaklanjuti," imbuhnya.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyebut peliburan atau pembatasan kapasitas komunikasi Iran dengan masyarakat ketika haji seperti Doa Kumail, acara Baraat, pertemuan dan seminar tablig sebagai trik pemerintah Arab Saudi terhadap Iran.

"Hari ini di dunia Islam, banyak elit yang ingin mendengar langsung kebenaran dari bahasa Republik Islam Iran, oleh karena itu, berbagai isu penting seperti anti-arogansi, pengungkapan hakikat Barat, Baraat (berlepas tangan) dari musuh-musuh Islam dan isi panjang dari Doa Kumail harus disampaikan kepada audien dengan literatur yang tajam, nada yang bagus dan argumentasi yang mendalam melalui sarana modern untuk tablig," tuturnya.

Menurut Pemimpin Besar Revolusi Islam, adanya ambiguitas di benak masyarakat disebabkan propaganda besar dan negatif terhadap Iran adalah hal yang wajar.

Rahbar menuturkan, di masa penyelenggaraan haji, para pejabat Arab Saudi tanpa malu mengisi acara-acara televisi dan berbicara anti-Iran, dan hal ini wajar jika ceramah dan pernyataan mereka itu memunculkan keraguan bagi masyarakat biasa di negara-negara lain, namun dengan menjalin hubungan dengan masyarakat, keraguan-keraguan mereka akan dapat dihapus dan "pagar musuh" dapat dihancurkan.

Sebelum pidato Rahbar, Hujjatul Islam wa Muslimin Sayid Ali Qadhi Askari Wakil Wali Faqih untuk Urusan Haji dan Ziarah Iran dan Hamid Mohammadi, Ketua Organisasi Haji dan Ziarah Iran menyampaikan laporan mengenai aktivitas yang telah dilakukan pada haji tahun ini. (RA)