Khatib Shalat Jumat Tehran Imbau Barzani Meminta Maaf
-
Ayatullah Movahhedi Kermani
Imam Jumat Tehran menyinggung pelaksanaan referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan Irak dan menyatakan, "Musuh akan membawa mati mimpi mereka untuk mewujudkan Timur Tengah baru."
Ayatullah Mohammad Emami Ali Movahhedi Kermani pada khutbah Jumatnya (13/10/2017), mengimbau pemimpin wilayah Kurdistan Irak, Massoud Barzani, selain berdamai dengan pemerintah pusat, juga meminta maaf kepada rakyat Irak serta agar tidak menjadi pintu bagi infiltrasi rezim Zionis di kawasan.
Ayatullah Movahhedi Kermani, mengenang mendiang mantan presiden Irak, Jalal Talabani yang meninggal dunia pada 3 Oktober mengatakan, "Talabani selalu mengedepankan independensi, kemualiaan dan kehormatan rakyat Irak dari etnis mana pun."
Imam shalat Jumat Tehran juga menyinggung langkah-langkah konfrontatif Amerika Serikat anti-Iran dan mengatakan, "Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang anti-Iran, membuktikan permusuhan AS dengan pemerintah Republik Islam."
Ditambahkannya, rakyat Iran tidak akan pernah melupakan kejahatan AS dan para pejabat Republik Islam juga akan memberikan respon setimpal terhadap langkah-langkah AS.
Sebelum khutbah Jumat, Ayatullah Mohsen Araki, Sekjen Forum Pendekatan Mazhab Islam, menilai Ahlul Bait Nabi sebagai asas persatuan dan solidaritas umat Islam serta sumber dari diturunkannya rahmat Allah Swt.(MZ)