Iran Kecam Aksi AS Veto Resolusi Baitul Maqdis
-
Bahram Ghassemi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Ghassemi mengecam keputusan AS yang memveto usulan resolusi Mesir mengenai Baitul Maqdis.
Jubir kemlu Iran menilai sikap Washington tersebut bertentangan dengan spirit perdamaian dan keamanan internasional serta melanggar hak bangsa Palestina.
AS Senin malam (18/12) memveto rancangan resolusi yang diusulkan Mesir mengenai Baitul Maqdis, meskipun 14 anggota Dewan Keamanan PBB menyetujuinya.
Prakarsa resolusi ini menyerukan kepada seluruh negara dunia untuk menghindari pembentukan perwakilan diplomatik, baik kedutaan maupun konsuler di kota Baitul Maqdis berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB no.478.
Mesir menyebarkan rancangan resolusi tentang Baitul Maqdis ini kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada hari Sabtu, dan Dewan Keamanan Senin malam menggelar sidang untuk membahas usulan tersebut.
Jubir kemlu Iran mengungkapkan bahwa keputusan AS memveto rancangan resolusi tersebut membuktikan bahwa Washington hanya mencari penyelesaian kompromis dengan cara menginjak-injak hak bangsa Palestina.
Ghassemi menilai pengakuan resmi AS terhadap Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis merupakan pelanggaran nyata terhadap ketentuan internasional, dan menyerukan kepada seluruh negara dunia untuk menghalangi implementasi keputusan konfrontatif AS demi mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia.
Pada 6 Desember lalu, Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa Washington secara resmi mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, dan akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.(PH)