Jubir Kemlu Iran Kecam Kekejaman Terbaru Saudi di Yaman
-
Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam serangan udara berulang Arab Saudi ke berbagai wilayah Yaman yang menyebabkan meningkatnya korban sipil di negara ini
Bahram Ghasemi dalam pernyataannya pada Rabu (27/12/2017) dini hari, mereaksi kelanjutan agresi militer koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman terutama serangan terbaru ke wilayah barat daya dan barat negara ini yang merenggut nyawa dan melukai ratusan orang.
"Serangan brutal ini harus segera dihentikan," tegas Ghasemi.
Ia menambahkan, selama lebih dari 1000 hari sejak dimulainya agresi militer Arab Saudi ke Yaman, setiap kali pasukan agresor mengalami kekalahan di berbabagai medan tempur, mereka kemudian membalas kekalahan tersebut dengan membombardir warga tak berdaya dan membunuh perempuan dan anak-anak.
"Sangat disayangkan dan mengejutkan bahwa serangan brutal Arab Saudi ke Yaman yang dilakukan dengan menggunakan senjata mematikan Amerika Serikat tidak memicu reaksi dari para pengklaim (pembela HAM)," pungkasnya.
Pada Selasa, jet tempur Arab Saudi membombardir sebuah pasar di Provinsi Taiz, barat daya Yaman dan menyebabkan lebih dari 100 orang tewas dan terluka.
Serangan udara militer Arab Saudi ke Provinsi al-Hudaydah, barat Yaman juga merenggut nyawa 14 anggota sebuah keluarga termasuk beberapa perempuan dan anak-anak.
Kelompok-kelompok HAM internasional menuding pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi sengaja membombardir warga sipil, pasar, rumah sakit dan berbagai kawasan penduduk di seluruh Yaman.
Sebelumnya, Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. Laporan tersebut diumumkan menandai hari ke-1000 dari serangan militer Arab Saudi ke Yaman. Dari keseluruhan jumlah korban tewas itu, 2.887 adalah anak-anak, 2.027 orang adalah wanita dan 8.689 lainnya adalah laki-laki.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak 26 Maret 2015 dan telah menghancurkan infrastruktur vital negara ini. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.
Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)