AS tidak Ingin Mengakhiri Terorisme di Suriah
-
Ali Larijani berbicara pada Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam ke-13 (PUIC) di Tehran.
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan, negara-negara Muslim harus fokus dalam memerangi terorisme, dan militerisme adalah faktor dalam penyebaran gerakan-gerakan teroris dan fenomena ini harus dilawan.
Berpidato pada acara penutupan Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam ke-13 (PUIC) di Tehran, Rabu (17/1/2018), Larijani menuturkan gerak-gerik Amerika Serikat di Suriah menunjukkan bahwa mereka tidak ingin mengakhiri terorisme di negara tersebut.
Menurutnya, hubungan negara-negara Muslim sudah semakin erat dibanding dengan masa lalu dan menambahkan bahwa selama konferensi, semua orang menyaksikan bahwa tidak ada perselisihan antara negara-negara anggota dan semuanya kompak.
"Parlemen adalah suara rakyat dan pekerjaan negara-negara Muslim dimulai dari sekarang dan mereka harus bergerak menuju tindakan praktis untuk membela diri," tegas Larijani.

Mengacu pada sikap kasar AS terhadap orang-orang dari berbagai negara, Larijani menandaskan, retorika Presiden Donald Trump memperlihatkan sebuah perang baru dan ini akan membawa kerugian besar bagi banyak negara.
Di bagian lain, ketua parlemen Iran menekankan kerjasama ekonomi di antara negara-negara Muslim harus diperluas. "Kita harus mengakui bahwa ada penurunan hubungan di bidang ekonomi, padahal negara-negara Muslim memiliki landasan yang baik dengan sumber energi dan tenaga ahli yang berlimpah," tambahnya.
Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam ke-13 (PUIC) di Tehran, berakhir pada hari Rabu dengan mengeluarkan sebuah deklarasi. (RM)