Iran: Kehadiran Militer AS di Suriah Ilegal
-
Pertemuan Kamal Kharrazi dan Ali Haidar di Damaskus.
Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi mengatakan, kehadiran pasukan AS di Suriah tidak akan memberikan kontribusi pada perdamaian di negara itu, dan Iran menganggap kehadiran ini ilegal.
"Pemerintah Suriah juga menegaskan bahwa AS harus segera meninggalkan negara tersebut," kata Kharazi seusai melakukan pembicaraan dengan Menteri Rekonsiliasi Nasional Suriah Ali Haidar di Damaskus, Kamis (18/1/2018).
Amerika, tegasnya, harus mengizinkan orang-orang Suriah untuk berdialog di antara mereka demi membangun perdamaian dan menyelesaikan perbedaan.
Kharrazi lebih lanjut menuturkan bahwa dia telah membahas cara-cara untuk mempromosikan rekonsiliasi nasional di Suriah, dan peran elemen asing selama pertemuan tersebut.

"Kementerian Rekonsiliasi Nasional Suriah mencoba untuk menciptakan rekonsiliasi di antara suku-suku dan kelompok, termasuk kelompok bersenjata di Suriah, dan mereka sudah melakukan upaya yang baik dalam hal ini," tambahnya.
Sementara itu, Haidar mengatakan sebagian besar kelompok Suriah menekankan rekonsiliasi nasional, dan langkah-langkah positif sudah diambil dalam masalah ini.
"Suriah akan mengatasi krisis, dan kemenangan akan diwujudkan dengan koordinasi sekutu-sekutunya," ujarnya.
Mengacu pada hubungan erat Iran-Suriah, Haidar menandaskan kedua negara berjuang di front yang sama. (RM)