Qassemi: Iran Berharap Operasi di Afrin segera Berakhir
-
Jubir Kemenlu Iran Bahram Qassemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi seraya menekankan penghormatan terhadap kedaulatan nasional Suriah menjelaskan, Iran berharap operasi Afrin segera berakhir dan krisis di kawasan perbatasan Turki-Suriah tidak akan semakin mendalam dan meluas.
Sabtu (20/1/2018) jet-jet tempur Turki menarget desa-desa di sekitar Afrin di 60 km barat laut Aleppo. Operasi tersebut masih terus berlanjut.
Bahram Qassemi Ahad (21/1) seraya menekankan pentingnya menjaga integritas wilayah Suriah dan menghormati kedaulatan nasional negara serta mencegah eskalasi krisis kemanusiaan dan melindungi nyawa warga tak berdosa Suriah mengisyaratkan transformasi terbaru di Afrin. "Republik Islam Iran memantau dari dekat transformasi saat ini di kota Afrin," papar Qassemi.
Jubir Kemenlu Iran menegaskan, berlanjutnya krisis di Afrin berpotensi memperkuat kembali kelompok Takfiri dan teroris di wilayah utara Suriah serta mengobarkan kembali api peperangan dan kerusakan di negara ini.
Qassemi menambahkan, Iran berharap seluruh negara, khususnya pemerintah Turki sebagai salah satu penjamin gencatan senjata di Suriah tetap komitmen terhadap proses damai bagi krisis Suriah, khususnya perundingan Astana serta melanjutkan peran konstruktif dan bertanggung jawabnya untuk menyelesaikan krisis Suriah secara damai.
Qassemi menilai akar krisis dan kehancuran di Suriah adalah perilaku tak bertanggung jawab dan aksi provokatif serta intervensi ilegal kekuatan trans-regional termasuk pemerintah Amerika dan sejumlah rezim haus perang di kawasan seperti Israel. "Selama pasukan Amerika dan sekutunya termasuk kelompok teroris-Takfiri tetap melanjutkan kehadiran ilegalnya di Suriah, krisis kemanusiaan di negara ini akan tetap berlanjut," ungkap Qassemi.
Jubir Kemenlu Iran juga meminta seluruh negara dunia, khususnya negara-negara tetangga Suriah menghindari aksi-aksi yang memmperkuat kehadiran ilegal kekuatan trans-regional dan kelompok teroris. (MF)