Mayjen Safavi: Kekalahan Daesh Berkat Perjuangan Rakyat di Kawasan
-
Mayor Jenderal Sayid Yahya Rahim Safavi.
Asisten dan Penasihat Senior Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang membentuk kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS), sementara Arab Saudi, rezim Zionis Israel, Uni Emirat Arab, Turki dan Yordania mendukung kelompok tersebut.
Mayor Jenderal Sayid Yahya Rahim Safavi mengatakan hal itu dalam wawancara khusus di jaringan dua televisi nasional Iran pada Senin (22/1/2018) malam.
"Kegagalan Daesh berkat perjuangan pemerintah Irak dan Suriah serta kerjasama Republik Islam Iran dan Rusia," kata Rahim Safavi.
Ia lebih lanjut menyinggung rencana baru AS untuk membentuk pasukan yang terdiri dari 30.000 orang di Suriah utara, dimana pasukan ini mayoritasnya terdiri dari warga Kurdi.
"AS berusaha memperparah ketegangan di kawasan dalam kerangka mencapai kepentingan-kepentingannya," ujarnya.
Sebelumnya, apa yang disebut sebagai Koalisi Internasional Anti-Daesh pimpinan AS pada 14 Januari 2018 mengumumkan rencana pembentukan "pasukan keamanan perbatasan" yang ditempatkan di berbagai wilayah yang dikontrol oleh milisi Kurdi Suriah.
AS dengan dalih menumpas kelompok teroris Daesh mengirimkan pasukannya ke Suriah secara ilegal dan tanpa persetujuan dari pemerintah Damaskus.
Para pejabat Suriah dan negara-negara lainnya termasuk lembaga-lembaga internasional telah berulang kali menegaskan bahwa langkah AS di Suriah sama halnya sebagai "pendudukan."
Di bagian lain pernyataannya, Asisten dan Penasihat Senior Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Iran menegaskan, AS selalu melanggar hukum internasional dan negara ini bersama rezim Zionis Israel berusaha melemahkan Poros Muqawama, namun upaya mereka akan gagal.
Mayjen Rahim Safavi juga menyinggung agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini.
"Arab Saudi hingga sekarang belum mencapai satupun dari tujuan-tujuannya di Yaman," tuturnya.
Ia memastikan bahwa Arab Saudi akan kalah di Yaman, dan mengatakan, para pejabat Riyadh bergerak ke arah ketidakstabilan strategis.
Asisten dan Penasihat Senior Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei itu menyinggung upaya Iran untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan.
"Kemarahan AS terhadap Republik Islam Iran disebabkan posisi berprinsip negara ini dan kemenangan-kemenangan besar rakyat Republik Islam," pungkasnya. (RA)