Rouhani: Kami Tidak Akan Merundingkan Kembali JCPOA
-
Hassan Rouhani
Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa Republik Islam tidak akan pernah berunding baik soal kesepakatan nuklir multilateral yang telah ditandatangani tahun 2015 atau program rudal defensifnya.
"Kami tidak pernah menanggapi isu-isu lain terkait dengan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif). JCPOA adalah kesepakatan tujuh-pihak ... JCPOA adalah sebuah kesepakatan internasional yang telah disahkan oleh Resolusi Dewan Keamanan 2231," kata Rouhani pada sebuah konferensi pers di depan para wartawan Iran dan asing di Tehran pada hari Selasa (06/2/2018).
Ditambahkannya bahwa JCPOA merupakan sebuah kesepakatan yang solid di mana Presiden AS Donald Trump gagal melaksanakan janji kampanye kepresidenannya untuk mengoyak kesepakatan itu sejak dia berkuasa setahun lalu.
Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina - ditambah Jerman menandatangani sebuah kesepakatan nuklir pada 14 Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada 16 Januari 2016.
Berdasarkan JCPOA, Iran bersedia membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Tehran.
Trump telah berulang kali menilai JCPOA, yang ditandatangani di bawah pemerintahan pendahulunya Barack Obama, sebagai "transaksi terburuk dan paling sepihak yang pernah dilakukan Washington," sebuah upaya karakterisasi yang sering digunakannya selama kampanye kepresidenan dan bahkan mengancam akan merobeknya.
Rouhani menekankan bahwa Presiden AS keliru jika meyakini bahwa JCPOA adalah sebuah kesepakatan milik Demokrat, dan mengatakan, "JCPOA adalah komitmen pemerintah AS terlepas dari partai [politik] manapun.
Ditambahkannya, setiap langkah oleh Amerika Serikat untuk melanggar kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir itu akan menyudutkan Washington.
Menanggapi pertanyaan tentang desakan AS dan Uni Eropa untuk menggelar perundingan ulang soal persyaratan JCPOA dan termasuk program rudal Iran dalam kesepakatan tersebut, Rouhani mengatakan bahwa Republik Islam tidak mungkin mengulang perundingan tersebut.
Menurutnya, tidak ada artinya untuk menegosiasikan atau membahas JCPOA dengan siapa pun, baik AS dan Eropa atau pihak mana pun.(MZ)