Rezaei: Merusak Keamanan Iran, Tujuan AS, Saudi dan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51117-rezaei_merusak_keamanan_iran_tujuan_as_saudi_dan_rezim_zionis
Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran mengatakan, Republik Islam adalah negara yang paling aman di kawasan, oleh karena itu, Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel sedang berusaha menciptakan instabilitas dan merusak keamanan negara ini.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Feb 07, 2018 09:50 Asia/Jakarta
  • Mohsen Rezae, Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara RII.
    Mohsen Rezae, Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara RII.

Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran mengatakan, Republik Islam adalah negara yang paling aman di kawasan, oleh karena itu, Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel sedang berusaha menciptakan instabilitas dan merusak keamanan negara ini.

Mohsen Rezaei mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan jaringan dua televisi Iran pada Selasa (6/2/2018) malam.

"Republik Islam Iran telah menjadi kekuatan politik, pertahanan dan keamanan pertama di kawasan, bahkan AS telah tertinggal di belakang dalam persaingan dengan Iran di Suriah dan Irak di bidang tersebut," imbuhnya.

Ia lebih lanjut menyinggung tekanan AS terhadap Iran terutama di sektor kemampuan rudal negara ini.

"Rudal-rudal Republik Islam Iran adalah senjata konvensional dan untuk membela diri dan pencegahan. Negara-negara dunia juga menerima hal ini," jelasnya.

Rezaei juga menyinggung posisi Donald Trump, Presiden AS tentang perjanjian nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, AS, Inggris ditambah Jerman) yang terangkum dalam JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

"Trump tidak akan bisa menciptakan perubahan dalam JCPOA dan posisi Republik Islam Iran dalam hal ini sangat serius serta akan melawan perubahan JPCOA," tegasnya.

Di bagian lain statemennya, Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran menyinggung dukungan AS kepada kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di kawasan.

"AS telah banyak membantu pelarian Daesh dari Suriah dan Irak. Sebagian anasir Daesh pergi ke Afrika Utara termasuk ke Libya dan sebagian lainnya ke Afghanistan," ujarnya.

Terkait dengan pendekatan Arab Saudi terhadap Iran, Rezaei menuturkan, sayangnya, Riyadh telah merusak hubungannya dengan Tehran, dan di beberapa hal, Arab Saudi masuk dalam ketegangan dengan Iran, dimana perbaikannya akan sangat sulit bagi negara Arab itu. (RA)