Menlu Iran: Kehadiran AS di Suriah, Sangat Berbahaya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51873-menlu_iran_kehadiran_as_di_suriah_sangat_berbahaya
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menekankan upaya lebih lanjut untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di wilayah Timur Tengah.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Feb 19, 2018 08:42 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Mohammad Javad Zarif tiba di Moskow, Senin (19/2/2018).
    Menlu Iran Mohammad Javad Zarif tiba di Moskow, Senin (19/2/2018).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menekankan upaya lebih lanjut untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di wilayah Timur Tengah.

Dia menyampaikan hal itu pada Senin (19/2/2018) dini hari setelah mendarat di bandara Moskow untuk mengikuti konferensi internasional di Valdai Institute, seperti dikutip IRNA.

"Dengan memperhatikan hubungan dekat dan strategis antara Tehran dan Moskow di kawasan, maka konferensi Valdai menjadi sangat penting," kata Zarif.

Menurutnya, acara ini merupakan kesempatan untuk menyampaikan pandangan Republik Islam mengenai urgensitas membangun keamanan dan stabilitas di Timur Tengah. Dia menegaskan kehadiran Amerika Serikat di Suriah sudah mencapa tahap yang sangat berbahaya.

"AS jelas terlibat dalam kegiatan di Suriah melalui sebuah kebijakan yang telah diperhitungkan sebelumnya, di mana berusaha menduduki daerah-daerah di negara tersebut," ungkap Zarif.

Amerika, lanjutnya, memanfaatkan kelompok tertentu di Suriah sebagai pasukan infanterinya dan ini akan menyebabkan ketegangan di negara itu, di samping mengobarkan ketegangan regional yang berbahaya.

"Iran dan Rusia percaya bahwa apa yang menjadi ancaman strategis di kawasan adalah kehadiran AS dan kebijakan yang dikejar oleh Washington," tegasnya.

Menlu Iran akan berpidato di konferensi Valdai dan kemudian bertemu dengan Sergei Lavrov, mitranya dari Rusia untuk membahas situasi di Timur Tengah dan pertemuan mendatang terkait Suriah di Astana.

Konferensi tahunan Valdai dengan tema "Russia in the Middle East; Playing on Every Field" akan dimulai hari ini. Pertemuan ini akan membahas berbagai topik termasuk situasi di Suriah pada era pasca-Daesh, prospek konflik Palestina-Israel, situasi Yaman, mekanisme untuk membantu Libya dan pengurangan konflik regional. (RM)