Iran: Aksi Militer Bukan Solusi Yaman !
-
Gholamali Khosroo
Wakil tetap Iran di PBB Selasa dini hari kembali menegaskan urgensi dimulainya proses politik penyelesaian krisis Yaman, dan menolak pendekatan militer di negara Arab itu.
Gholamali Khosroo mengatakan bahwa masalah Yaman tidak akan selesai dengan aksi militer dan pemboman.
Pasca ratifikasi rancangan resolusi mengenai Yaman yang diusulkan Rusia di Dewan Kemanan PBB, Khosroo dalam statemennya menyampaikan bantahan terhadap klaim miring sebagian negara terhadap Iran dalam krisis Yaman.
Sebaliknya, Khosroo mempertanyakan sepak terjang agresor di Yaman dan pendukungnya yang memporak-porandakan negara itu.
"Selama tiga tahun Yaman menghadapi krisis kemanusiaan akibat agresi dan pemboman yang berlangsung tanpa henti," tutur wakil tetap Iran di PBB.
Pada hari Senin, dewan keamanan PBB menggelar sidang membahas dua rancangan resolusi mengenai Yaman.
Rancangan resolusi pertama diajukan Inggris dengan tujuan untuk menekan Iran atas dalih infaktual bahwa Tehran mengirim senjata ke Yaman, tapi resolusi ini diveto Rusia.
Prakarsa ini disusun Inggris dengan dukungan AS dan Perancis.
Resolusi kedua disampaikan Rusia mengenai perpanjangan sanksi persenjataan Yaman hingga Februari 2019 yang disetujui dengan suara bulat oleh seluruh anggota dewan keamanan PBB.
Sejak Maret 2015 lalu hingga kini, Arab Saudi yang didukung Uni Emirat Arab, AS, Inggris dan Perancis melancarkan agresi militer terhadap Yaman yang disertai blokade darat, laut dan udara.
Mesin perang yang disulut Riyadh dan sekutunya di Yaman menyebabkan negara tetangga Arab Saudi ini porak-poranda dengan korban tewas dan terluka mencapai puluhan ribu orang.(PH)