Ghasemi: Inggris Terlibat Kejahatan Perang di Yaman
-
Bahram Ghasemi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan terhadap Tehran yang disampaikan dalam pernyataan bersama dua menteri Inggris, dan menyebut London terlibat langsung dalam kejahatan perang di Yaman serta meminta negara itu menghindari sikap oportunis.
Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson dan Menteri Pembangunan Internasional, Penny Mordaunt, Senin (26/3/2018) dalam pernyataan bersamanya menuduh Iran mengirim senjata ke Yaman.
IRNA melaporkan, Jubir Kemenlu Iran, Bahram Ghasemi, Senin malam mengatakan bahwa Inggris terlibat langsung dalam kejahatan perang di Yaman lewat penjualan senjata dan penyaluran bantuan logistik serta intelijen kepada Arab Saudi.
Ghasemi menambahkan, Inggris tidak pada posisi yang layak untuk menuduh pihak lain.
Menurut Jubir Kemenlu Iran, London lebih baik menghindari sikap oportunis dalam perang membabi buta ini dan segera menghentikannya, ketimbang menuduh dan lari dari tanggung jawab dalam perang yang dipaksakan terhadap rakyat tertindas Yaman.
Ghasemi menegaskan, jika Inggris memang jujur ingin berusaha menemukan solusi politik dalam krisis Yaman, lebih baik meminta konsumen terbesar senjata Inggris dalam koalisi anti-Yaman untuk mengakhiri perang dan mencabut blokade atas negara ini sehingga membuka peluang dialog internal.
Terkait prakarsa Iran untuk membantu menyelesaikan krisis Yaman, Ghasemi menuturkan, sejak dimulainya agresi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman, Iran selalu menegaskan bahwa krisis ini hanya punya solusi politik dan sampai sekarang, Iran bukan hanya tidak pernah menghambat gencatan senjata, bahkan berulangkali mengumumkan kesiapan untuk menemukan solusi politik di antara pihak-pihak berseteru di Yaman. (HS/PH)