Iran Menyambut Pemulihan Hubungan Kedua Korea
https://parstoday.ir/id/news/iran-i55810-iran_menyambut_pemulihan_hubungan_kedua_korea
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, Iran senantiasa menginginkan penghapusan ketegangan di Semenanjung Korea, dan menyambut upaya pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan untuk menghapus ketegangan dan menormalisasi hubungan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 28, 2018 05:39 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, Iran senantiasa menginginkan penghapusan ketegangan di Semenanjung Korea, dan menyambut upaya pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan untuk menghapus ketegangan dan menormalisasi hubungan.

Seperti dilansir Mehrnews, Qasemi dalam sebuah pernyataan Sabtu (28/4/2018) dini hari, menyebut pertemuan itu sebagai sebuah langkah yang bertanggung jawab dan jalan yang tepat, di mana dapat berkontribusi pada perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan dan dunia.

Presiden Korsel, Moon Jae-in dan Pemimpin Korut, Kim Jong-un telah melakukan pertemuan bersejarah pada Jumat pagi di desa perbatasan Panmunjom.

Kedua pemimpin Korea mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi penuh Semenanjung Korea dan juga mengubah pakta gencatan senjata menjadi perjanjian damai serta mengakhiri tindakan bermusuhan.

Jubir Kemenlu Iran menuturkan bahwa kebijakan fundamental Republik Islam adalah menentang segala bentuk produksi, kepemilikan, penyimpanan dan penggunaan senjata pemusnah massal.

"Iran selalu mendukung setiap upaya untuk menghapus senjata pemusnah massal di dunia," tegasnya.

Qasemi menambahkan bahwa Iran percaya babak baru dan bersejarah untuk menghilangkan ketegangan di Semenanjung Korea harus berlanjut dengan kewaspadaan, dua arah serta tanpa intervensi dan provokasi pihak lain.

"Republik Islam sangat yakin bahwa penghapusan ketegangan di Semenanjung Korea harus berlanjut sesuai dengan langkah yang sudah diambil oleh kedua pemimpin Korea, tanpa mengaitkannya dengan intervensi dan kemungkinan provokasi oleh Amerika Serikat," tegasnya. (RM)