Menlu Iran: AS Terpenjara oleh Delusi dan Kebijakan Gagal
-
Menlu RII Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menyebut strategi anti-Republik Islam yang diumumkan oleh Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo sebagai perilaku yang kembali kepada kebiasaan buruk di masa lalu.
Seperti dilansir IRNA, Senin (21/5/2018) malam, Zarif dalam tweet terbaru menulis, AS terpenjara oleh delusi dan kebijakan gagal dan didikte oleh kepentingan-kepentingan khusus yang korup.
Dia menambahkan, AS mengulangi pilihan salah yang sama, oleh karena itu negara ini akan menuai imbalan yang sama. Sementara itu, Iran bekerja sama dengan mitra-mitra untuk solusi JCPOA (Rencana Aksi Bersma Komprehensif) pasca keluarnya AS dari perjanjian nuklir ini.
Sebelumnya, menlu AS dalam pidatonya pada Senin sore melontarkan berbagai tuduhan tidak berdasar terhadap Iran. Pompeo mengumumkan apa yang disebut sebagai strategi baru kebijakan luar negeri AS terhadap Iran pasca keluarnya Washington dari JCPOA.
Dia mengatakan, pasca keluar dari JCPOA, AS mengejar untuk meningkatkan tekanan finansial terhadap Iran dan memberlakukan berbagai sanksi terhadap negara itu serta mencegah pengaruh Tehran di kawasan.
Menurut Pompeo, AS juga berusaha untuk melarang dan mencegah program nuklir Iran dan program rudal negara ini.
Pada tanggal 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya keluar dari JCPOA dan memulihkan semua sanksi yang ditangguhkan terhadap Iran. Langkah tersebut menuai protes dari masyarakat dunia terutama sekutu-sekutunya Eropanya. (RA)