Dukungan kepada Bangsa Palestina dan Tanggung Jawab Dunia
-
Ayatullah Khamenei
Dunia Islam dewasa ini harus memainkan peran signifikan di isu-isu penting dan mendasar serta tidak membiarkan pengalaman pahit beberapa dekade lalu dan hegemoni imperialis beserta dampaknya akan kembali terulang.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait hal ini dalam sebuah pidatonya saat bertemu dengan para undangan sidang ke 13 antar parlemen negara-negara Islam seraya menekankan bahwa dunia Islam harus menyuarakan dengan tegas pandangannya terkait isu penting, menyebut Palestina dan persatuan dunia Islam termasuk isu penting dan utama.
Beliau seraya mengisyaratkan kewajiban agama dan bersejarah negara dan pemerintah Islam terhadap transformasi penting yang tengah terjadi di dunia menambahkan, terkait isu-isu dunia Islam harus berbicara secara tegas, karena dengan ketegasan ini dapat dibentuk sebuah arus dan berpengaruh pada opini publik serta cendikiawan dunia.
Rahbar seraya mengisyaratkan bahwa arus propaganda Barat dapat dipatahkan mengingatkan, "Mengalahkan rezim Zionis di perang lunak sebuah kemungkinan, sama seperti mereka mengalami kekalahan di perang konvensional dan di Lebanon serta terpaksa mengakuinya."
Rezim Zionis selama empat perang penting dengan Gerakan Perlawanan Islam Lebanon dan kelompok Muqawama Palestina terus mengalami kekalahan. Buah dari kemenangan ini adalah mundurnya Israel dari Lebanon setelah menjajah wilayah negara ini sejak 1982, larinya Israel di tahun 2000 dari Lebanon selatan dan kekalahan rezim penjajah al-Quds di perang 33 hari pada tahun 2006. Kemenangan ini kian sempurna dengan kekalahan Israel di perang 51 hari Jalur Gaza.
Dari perspektif sejarah, di isu Palestina, ada tiga peristiwa penting yang terjadi, pertama pendudukan wilayah Palestina, pengusiran jutaan warga dan pembantaian massal warga tertindas ini. Ketiga peristiwa ini memiliki satu motif yakni pendudukan dan hegemoni terhadap Baitul Maqdis sebagai kiblat pertama umat Islam serta menghancurkan identitas Islam al-Quds serta bumi Palestina.
Israel untuk meraih tujuan ilegalnya ini senantiasa mengancam eksistensi dan keberadaan Palestina.
Oleh karena itu, membela Palestina merupakan kewajiban masyarakat internasional sebagai bentuk pembelaan terhadap warga tertindas dihadapan kubu arogan, penjajah dan zalim. Pengalaman sejarah Palestina menunjukkan bahwa dalam kasus ini tidak boleh dianggap jika melawan Israel tidak akan berguna, tapi berlanjutnya resistensi ini pada akhirnya akan membuahkan hasil. Sama seperti gerakan muqawama bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka kubu ini kini mencapai kemajuan signifikan.
Menurut ungkapan Rahbar, Zionis yang memiliki slogan dari Nil hingga Furat, tapi kini terpaksa membangun tembok pemisah untuk membela diri. Realitanya adalah dunia Islam dengan populasi lebih dari 1,5 miliar dan dengan fasilitas besar yang dimilikinya memiliki posisi sensitif di dunia dan posisi serta kapasitas besar ekonominya mampu berpengaruh pada pembentukan sebuah kekuatan yang besar.
Tapi demikian, dunia Islam semakin lemah di bawah pengaruh konspirasi dan fitnah kekuatan arogan dunia serta sejumlah rezim di kawasan. Ini sebuah ancaman besar bagi masa depan dunia Islam.
Rahbar terkait hal ini menekankan pentingnya sinergi negara-negara Islam dan menekankan bahwa jangan biarkan friksi, perang dan pertumpahan darah di dunia Islam yang dikobarkan oleh AS dan Zionis menjadi zona aman bagi rezim penjajah al-Quds. (MF)