Rahbar: Referendum, Solusi Rasional untuk Palestina
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamene
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengkritik kebungkaman Eropa atas berbagai kejahatan rezim Zionis Israel di Jalur Gaza dan al-Quds.
Ayatullah Khamenei mengatakan, untuk menentukan jenis pemerintahan di negara bersejarah Palestina harus merujuk opini publik berdasarkan cara yang diterima oleh semua dunia, dan harus diselenggarakan referendum dan diambil pemungutan suara dari semua penduduk asli Palestina yang meliputi Muslim, Yahudi dan Kristen, di mana mereka telah tinggal di tanah ini paling tidak selama 80 tahun, baik itu mereka di dalam maupun di luar Palestina
Hal itu disampikan Ayatullah Khamenei dalam pertemuannya dengan ratusan dosen, anggota delegasi ilmiah dan peneliti dari berbagai universitas dan pusat-pusat ilmiah di Iran pada Minggu (10/6/2018) sore.
Rahbar menuturkan, apakah rencana Iran yang secara resmi telah terdaftar di PBB ini tidak sesuai dengan stadar-standar yang diterima dunia? Lalu mengapa Eropa tidak mau memahaminya?
Pemipin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menyinggung kepura-puraan Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu dan rezim pembunuh anak-anak ini selama berkunjung ke Eropa.
Ayatullah Khamenei mengatakan, penjahat yang mengungguli semua penindas bersejarah ini dengan penuh kebohongan kepada Eropa mengatakan bahwa Iran ingin menghancurkan kita dan membantai jutaan Yahudi, padahal solusi Iran untuk isu masalah Palestina sepenuhnya logis dan rasional untuk standar demokrasi.

Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung posisi tinggi Iran di antara mayoritas bangsa-bangsa di kawasan.
"Republik Islam Iran memiliki musuh terbanyak di antara pemerintah-pemerintah arogan dan tidak bernilai, seperti halnya memiliki kehormatan, pendukung dan pengaruh paling tinggi di antara masyarakat di kawasan dan sebagian besar dunia. Hal inilah yang menyebabkan musuh-musuh jahat terus-menerus memikirkan konspirasi terhadap Iran, namun dengan rahmat Allah Swt, mereka akan kalah menghadapi rakyat Republik Islam," jelasnya.
Rahbar menilai universitas dan perguruan tinggi sebagai pusat-pusat yang sangat penting untuk mendidik "kekuatan cerdas negara."
Menurutnya, ada tiga hal penting dan mendasar terkait universitas, yaitu terlibat dalam masalah dan tantangan yang dihadapi negara, berpartisipasi dalam pendidikan budaya, moral dan identitas pelajar serat perubahan permanen dan perbaikan berkelanjutan dalam lingkungan akademik.
"Masalah negara harus diselesaikan dengan bijak. Pemanfaatan kemampuan dan kapasitas para mahasiswa, dosen, tangan-tangan kuat dan berbakat serta para pemuda yang tak kenal lelah dan penuh motivasi di jalan ini, sangat penting," tuturnya.
Ayatullah Khamenei menilai pengalaman pengayaan uranium 20 persen sebagai contoh brilian tentang kemampuan dan bakat para pemuda Iran.
"Pada sebuah periode, mereka mengajukan syarat-syarat untuk menjual uranium yang diperkaya 20 persen, dan sejumlah pejabat juga cenderung memberikan konsesi dalam hal ini, namun dengan upaya, ketekunan dan kegigihan para pemuda Iran, kita telah berhasil mencapai pengayaan uranium 20 persen. Dunia benar-benar tidak percaya bahwa kita sudah tidak memerlukan lagi uranium Amerika Serikat, Rusia dan Perancis," pungkasnya. (RA)