Araqchi: Perundingan Wina Manifestasi Keterkucilan AS di Dunia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59743-araqchi_perundingan_wina_manifestasi_keterkucilan_as_di_dunia
Deputi menteri luar negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Araqchi menilai sidang terbaru komisi bersama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai pertunjukan nyata keterkucilan Amerika Serikat di tingkat internasional.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 11, 2018 07:46 Asia/Jakarta
  • Araqchi
    Araqchi

Deputi menteri luar negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Araqchi menilai sidang terbaru komisi bersama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai pertunjukan nyata keterkucilan Amerika Serikat di tingkat internasional.

Abbas Araqchi dalam wawancaranya dengan IRNA Selasa (10/7) menjelaskan, di sidang ini digulirkan sejumlah mekanisme operasional di sektor perbankan dan minyak yang juga ditekankan oleh seluruh menlu yang terlibat di perundingan ini. Di antara mekanisme tersebut adalah pencabutan dolar dalam transaksi Iran dan mitra ekonominya. Menurut Araqchi mekanisme ini harus secepatnya dijalankan.

 

"Statemen akhir sidang komisi bersama JCPOA tingkat menlu anggota kesepakatan nuklir dari sisi politik adalah sebuah statemen kuat dalam menjelaskan tekad anggota untuk mempertahankan JCPOA dan bentuk perlawanan terhadap ambisi AS untuk menghancurkan kesepakatan nuklir ini serta menerapkan kembali sanksi kepada Tehran," papar Araqchi.

JCPOA

 

Araqchi juga menekankan, yang terpenting bagi Republik Islam Iran adalah implementasi tekad ini menjadi solusi praktis di mana kepentingan Tehran diadopsi serta berbagai sektor ekonomi khususnya minyak dan perbankan terjamin.

 

Ia menjelaskan, wajar jika pada akhirnya harapan Tehran dari upaya negara anggota JCPOA lainnya tidak terpenuhi, maka Iran memiliki pilihan menggunakan kemampuannya untuk menghadapi setiap kondisi.

 

Sidang pertama komisi bersama JCPOA tingkat menlu pasca keluarnya AS digelar hari Jumat dengan dihadiri menlu Iran, Jerman, Perancis, Inggris, Cina dan Rusia serta Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini di Wina. (MF)