Ini Reaksi The Shadow Commander untuk Trump
-
Mayor Jenderal Qassem Soleimani
Komandan Brigade Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Qassem Soleimani mereaksi keras ancaman militer oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Republik Islam, dan mengatakan ia sendiri yang akan beraksi untuk menjawab ancaman tersebut "sebagai seorang prajurit."
Ditujukan kepada Trump, komandan komandan yang di Barat dikenal dengan sebutan "The Shadow Commander" ini mengatakan, “Anda mengancam kami dengan tindakan yang 'belum pernah diambil sebelumnya' di dunia. Ini adalah retorika gaya bar. Hanya pemilik bar yang berbicara seperti ini dengan dunia."
Mereaksi tweet Trump yang ditujukan kepada Presiden Iran Hassan Rouhani, di mana dia mengancam Republik Islam dengan tindakan yang "hanya segelintir orang di sepanjang sejarah yang pernah merasakannya," Qassemi mengatakan, “Ini tidak sebanding dengan kehormatan presiden kami untuk menanggapi Anda. Saya, sebagai seorang prajurit, yang meladeni Anda,”.
Komandan IRGC dengan rapor cemerlang dalam menggagalkan seluruh makar musuh khususnya AS dan sekutunya merusak keamanan di dalam negeri Iran, dan kawasan termasuk Irak dan Suriah ini, lebih jauh mengingatkan Amerika Serikat tentang kegagalannya dalam invasi ke Irak dan Afghanistan.
Dengan nada sinis, Soleimani mengatakan, “Apa saja yang tidak Anda lakukan dalam 20 tahun terakhir ? Anda datang ke Afghanistan dengan puluhan tank dan pengangkut personel dan ratusan helikopter canggih serta melakukan kejahatan di sana. Apa yang bisa Anda lakukan antara 2001 dan 2018 dengan 110.000 pasukan? Anda sekarang meminta memohon Taliban untuk berunding.”
Lebih lanjut Soleimani menambahkan, "Afghanistan adalah negara miskin, apa yang bisa Anda lakukan di negara itu sehingga sekarang [Anda] mengancam kami?"
“Anda dengan sombong menyerang Irak dengan 160.000 pasukan dan beberapa kali lipat [peralatan militer] dibandingkan dengan apa yang Anda gunakan di Afghanistan, tetapi apa yang terjadi? Mintalah komandan Anda kala itu yang mengirim orang kepada saya dan bertanya 'Apakah mungkin Anda memberi kami waktu [dan] menggunakan pengaruh Anda sehingga tentara kami tidak akan diserang oleh para pejuang Irak dalam beberapa bulan ini sampai kita keluar negara ini? "Apakah Anda lupa bahwa Anda menyediakan popok dewasa untuk tentara Anda di dalam tank? Meski pun demikian Anda saat ini mengancam negara besar Iran? Dengan latar belakang apa Anda mengancam [kami]? ”
"Kami berada dekat dengan Anda, di mana Anda bahkan tidak dapat membayangkannya. Kami adalah bangsa kesyahidan, kami adalah bangsa Imam Husein [as], sebaiknya Anda bertanya. Mari! kami siap. Kami adalah orang-orang di arena ini. Anda tahu bahwa perang ini akan berarti kehancuran seluruh kemampuan Anda. Anda dapat memulai perang, tetapi kami yang akan mengakhirinya,” katanya.
Menyinggung perang di Yaman, Soleimani mengatakan, koalisi Arab Saudi dan sekutunya yang didukung AS tidak mampu menggapai kemenangan apapun terhadap gerakan Houthi Ansarullah.
Di akhir pernyataannya, Soleimani mengimbau Presiden AS untuk bersikap lebih bijak dan mengatakan, "Trump! Jangan sampai Anda mengancam bangsa kami dan menghina presiden kami... Anda harus tahu apa yang Anda bicarakan; tanyakan kepada para pendahulu Anda dan manfaatkan pengalaman mereka!"(MZ)