Karakteristik dan Kekuatan Anti Udara Iran Menurut Rahbar
-
Bavar 373
"Pangkalan anti udara militer Republik Islam Iran saat ini menjadi bagian paling sensitif dari angkatan bersenjata serta berada di front terdepan dalam melawan musuh Iran".
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan poin tersebut hari Ahad (2/9) saat bertemu dengan para komandan dan staf pangkalan anti udara Khatamul Anbiya militer Republik Islam. Pangkalan anti udara Khatamul Anbiya selama satu dekade lalu memiliki prestasi gemilang dan berhasil meraih kemajuan besar di sektor pertahanan udara dengan mengandalkan para teknisi dalam negeri dan aktivitas berbasis pengetahuan.
Saat ini banyak pengamat militer dan pusat riset mengakui kemampuan operasi tinggi angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Dokrin pertahanan Iran bertumpu pada kebutuhan defensif dan semata-mata untuk pertahanan yang efektif. Dalam koridor ini, kapasitas pertahanan udara dengan memanfaatkan teknisi dalam negeri mengalami laju pertumbuhan yang pesat, di mana Iran saat ini bahkan memiliki kemampuan tinggi untuk menghadapi ancaman di tingkat antariksa.
American Enterprise Institute (AEI) di laporannya dengan tajuk "Masa Depan Kebijakan Keamanan Iran" menulis, "Lembaga industri pertahanan Iran yang dibentuk tahun 1981 oleh petinggi negara ini, tanpa mengimpor senjata dari AS dan Eropa, bertanggung jawab meneliti dan mengembangkan industri pertahanan negara ini. Ketika para insinyur Iran mampu memproduksi rudal scud, arsenal rudal balistik Iran berubah menjadi cincin industri pertahanan negara ini."
J. Matthew McInnis, mantan pengamat senior Iran di staf komando pusat militer AS serta pakar tentang Iran di American Enterprise Institute (AEI) di laporan ini menyebutkan, Iran selama beberapa tahun mendatang akan meraih teknologi militer lebih maju dan kondisi ini berpotensi menciptakan transformasi sejati militer.
Kini kemampuan tersebut terealisasi di sektor pertahanan udara yang mengindikasikan kecepatan laju dan kemajuan sistem anti udara militer Republik Islam Iran.
Menurut banyak pakar, salah satu karakteristik yang patut diperhatikan dari angkatan udara Iran adalah kemampuan negara ini menggelar operasi udara yang efektif. Terkait hal ini, Iran telah merancang dan memproduksi sistem anti udara termasuk sistem Bavar 373 serta sistem canggih pertahanan udara menengah Mersad serta jaral pendek Ya Zahra-3.
Mingguan Janes Defence menulis, Iran kini memiliki radar canggih termasuk sistem radar 30N6 yang khusus untuk identifikasi.
Mengingat berbagai kemampuan ini yang diingatkan oleh Rahbar seraya menjelaskan pentingnya kemajuan Iran di sektor pertahanan, beliau dalam analisanya menyatakan dari sisi perhitungan politik, tidak ada potensi meletusnya perang. Namun demikian Rahbar menekankan, angkatan bersenjata harus waspada dan terus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta peralatan logistiknya melalui manajeman yang efektif.
Oleh karena itu, peningkatan kemampuan dan akurasi pertahanan udara menjadi prioritas program pertahanan dan defensif angkatan bersenjata Iran yang juga memiliki nilai urgen dan strategis dari sisi militer. (MF)