Pidato Rahbar di Upacara Wisuda Taruna di Akademi Militer RII
Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan bangsa Iran dengan resistensi menghadapi Amerika Serikat membuktikan bahwa apabila sebuah bangsa tidak takut atas kemarahan kaum arogan dan percaya serta bersandar pada kemampuannya, maka mereka bisa memukul mundur dan mengalahkan kekuatan adidaya.
Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan bangsa Iran dengan resistensi menghadapi Amerika Serikat membuktikan bahwa apabila sebuah bangsa tidak takut atas kemarahan kaum arogan dan percaya serta bersandar pada kemampuannya, maka mereka bisa memukul mundur dan mengalahkan kekuatan adidaya.
Ayatullah Khamenei menegaskan hal itu pada hari Minggu pagi, 9 September 2018 di acara wisuda para taruna Akademi Militer Republik Islam Iran angkatan ke-16.
Beliau menyinggung kebijakan jahat kekuatan arogan untuk menciptakan ketidakamanan dan instabilitas di kawasan.
"Kekuatan arogan yang dipimpin oleh AS yang zalim melihat kepentingannya berada pada terjadinya perang saudara, eskalasi dan perluasan kekejian aktivitas terorisme dan konflik di kawasan. Patut disesalkan sebagian negara di kawasan justru membantu mereka," imbuh Rahbar.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar) itu lebih lanjut menyebut tujuan AS dan rezim Zionis adalah mencegah munculnya satu kekuatan Islam di kawasan.
"Mereka tahu bahwa pesan menarik Islam adalah membela orang-orang lemah dan tertindas. Oleh karenanya mereka takut atas terbentuknya kekuatan berdasarkan Islam," jelas Ayatullah Khamenei.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran itu menyebut perlawanan kuat Republik Islam dalam menghadapi kekuatan arogan menyebabkan banyak tujuan global dan zalim mereka yang gagal di kawasan.
"Para analis politik dan cendekiawan dunia kagum bagaimana Iran dengan bersandar pada Allah Swt dan kekuatan nasional mampu menggagalkan kekuatan global di kawasan. Mereka mengakui kenyataan yang terjadi," ujar Rahbar.
Ayatullah Khamenei mengingatkan, Republik Islam menjadi sasaran gelombang merusak AS dan kaki tangannya selama 40 tahun, tapi sampai sekarang tunas yang kecil itu telah menjadi pohon yang kokoh dan banyak buahnya. Kubu arogan telah banyak melakukan tindakan, tapi hati bangsa-bangsa tetap tertarik dengan pesan revolusi yang pada gilirannya menyeret konspirasi Amerika Serikat di kawasan pada kekalahan.
Pemimpin Tertinggi Seluruh Jajaran Angkatan Bersenjata Iran menyebut Suriah, Irak dan Lebanon sebagai contoh kekalahan konspirasi Amerika di kawasan.
"Semua ini merupakan tanda-tanda akan kekuasaan Allah Swt dan benarnya janji ilahi, dimana disebutkan bahwa bila kalian membantu Allah Swt, niscaya Allah Swt akan memenangkan kalian dan membuat langkah kalian tegar," pungkas Rahbar.