Upaya Iran Mematahkan Monopoli Sains
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63184-upaya_iran_mematahkan_monopoli_sains
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menilai upaya dan aktivitas puluhan ribu intelektual Iran di seluruh penjuru negeri sebagai gambaran yang cerah dari realita Iran saat ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 18, 2018 09:02 Asia/Jakarta
  • Para peneliti Iran di Royan Institute Tehran.
    Para peneliti Iran di Royan Institute Tehran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menilai upaya dan aktivitas puluhan ribu intelektual Iran di seluruh penjuru negeri sebagai gambaran yang cerah dari realita Iran saat ini.

Rahbar menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan para elit intelektual muda Iran di ibukota Tehran, Rabu (17/10/2018).

Ayatullah Khamenei mengakui peran dan kontribusi kaum elit intelektual muda Iran dalam perencanaan yang tepat untuk masa depan negara. Menurutnya, agenda utama musuh saat ini adalah memberikan gambaran yang keliru dan negatif tentang situasi Iran.

Namun, lanjutnya, berkat karunia Allah Swt, kondisi riil negara secara umum bertolak belakang dengan kesan yang dicitrakan oleh musuh. "Kepemilikan sumber daya manusia yang berkualitas dan progresif merupakan kekayaan yang luar biasa," tambahnya.

"Seperti semua harta lainnya, kekayaan ini menjadi sasaran keserakahan dan penjarahan oleh musuh. Mereka ingin memanfaatkan kekayaan ini untuk dirinya dan juga menciptakan monopoli terkait di bidang sains dan teknologi," ungkap Ayatullah Khamenei.

"Kemajuan dan perkembangan di bidang ilmiah akan mengurangi ancaman musuh, karena ancaman mereka tidak dapat bertahan selamanya," tegas Rahbar.

Monopoli sains dan teknologi di abad ini telah menjadi salah satu instrumen penting musuh untuk menguasai bangsa-bangsa. Selama puluhan tahun, Amerika Serikat menerapkan tekanan terhadap Iran, termasuk sanksi di bidang sains dan teknologi sehingga Tehran terisolasi dan dependen.

Saat ini Amerika juga ingin mencegah kemajuan dan perkembangan ilmiah Republik Islam.

Pertemuan Rahbar dengan para elit intelektual muda Iran.

Menurut Ayatullah Khamenei, para elit intelektual dapat memainkan perannya untuk mematahkan sekat-sekat ilmu pengetahuan di dunia.

Tentu saja gerakan ini penuh lika-liku dan sulit ditempuh, tetapi kerja keras para pemuda yang berbakat dan intelek akan mampu mendobrak monopoli itu dan mengembangkan ilmu pengetahuan global.

Nama Iran tetap bersanding di antara negara-negara maju dunia di banyak disiplin ilmu strategis, meskipun menghadapi sanksi dan embargo di bidang sains dan teknologi dari kekuatan dunia.

Berdasarkan laporan Nature Index yang dirilis pada 24 Januari 2018, Republik Islam Iran – selama satu dekade lalu – mencatat pertumbuhan ilmiah tahunan sebesar 22 persen dan memiliki pertumbuhan tercepat dibandingkan semua negara lain di dunia.

Sementara itu, Scopus Citation Database – salah satu database untuk mengukur pertumbuhan ilmiah global – menyatakan Iran memegang posisi ke-16 dalam bidang produksi sains dunia.

Richard Stone, editor senior Science Magazine menuturkan, "… saya akrab dengan komunitas ilmiah Iran dan saya harus katakan bahwa meskipun ada sanksi yang menekan negara itu, namun komunitas ilmiah Iran menunjukkan kreativitas dan fleksibilitas yang luar biasa untuk mengatasi pembatasan, dan mereka mempertahankan tingkat kompetisinya di tengah komunitas ilmiah global."

Republik Islam Iran dengan perbedaan signifikan atas Turki dan Arab Saudi, menempati posisi pertama di antara 57 negara Muslim dalam hal produksi ilmu pengetahun selama enam bulan pertama tahun 2018. Sebanyak 22 persen dari total output ilmiah negara-negara Muslim dihasilkan oleh para peneliti Iran. (RM)