Penekanan Tehran untuk Memanfaatkan Kapasitas Kelompok D-8
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63767-penekanan_tehran_untuk_memanfaatkan_kapasitas_kelompok_d_8
Pertemuan Tingkat Menteri ke-18 negara-negara anggota Kelompok D-8 akan diselenggarakan Sabtu hari ini (03/11) dengan dihadiri Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, di Anatolia, Turki.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Nov 03, 2018 14:24 Asia/Jakarta
  • Sidang kelompok D-8 di Anatolia, Turki
    Sidang kelompok D-8 di Anatolia, Turki

Pertemuan Tingkat Menteri ke-18 negara-negara anggota Kelompok D-8 akan diselenggarakan Sabtu hari ini (03/11) dengan dihadiri Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, di Anatolia, Turki.

Kelompok D-8 (Developing 8 Countries) terdiri dari delapan negara Islam yang sedang berkembang. Anggota kelompok ini adalah Iran, Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia, Mesir dan Nigeria. Kelompok D-8 dibentuk pada 1997 dengan tujuan memperkuat dan memperluas kerjasama ekonomi negara-negara anggota. Tujuan utama dari kelompok ini adalah perluasan ekonomi, sosial, penguatan posisi negara-negara sedang berkembang dalam ekonomi global, menciptakan keragaman dan posisi baru di tengah hubungan perdagangan serta penguatan kehadiran dalam pengambil keputusan di tingkat internasional.

Kelompok D-8

Dengan demikian, Komite Ahli Senior D-8 telah membentuk kelompok kerja khusus untuk memeriksa bidang kerjasama, termasuk perdagangan dan perbankan. Komite-komite ini fokus pada penguatan kerjasama ekonomi dan perdagangan serta mengadopsi sikap kolektif ekonomi untuk mengatasi kendala ekonomi dan menghadapi ancaman dan tantangan masalah moneter dan perdagangan, tema-tema penting bagi anggota untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ekonomi.

Piagam kelompok D-8 juga menekankan kerjasama perdagangan dan perbankan. Oleh karena itu, upaya untuk menciptakan peluang baru bersama dengan mendefinisikan ulang hubungan perdagangan sejalan dengan prioritas anggota D-8. Jika bersama dengan prioritas ini diupayakan juga untuk mengatasi ancaman ekonomi, maka pentingnya peran D-8 di dunia Islam dapat dipahami.

Peran interaktif dari anggota kelompok ini, pada saat yang sama, bekerja untuk melawan tekanan, guncangan ekonomi dan memperkuat mata uang nasional negara-negara anggota. Bahkan, dengan prioritas seperti itu, negara-negara anggota kelompok D-8 di Anatoli telah mengembangkan bagian dari agenda mereka untuk memperluas kerjasama perdagangan. Masalah ini telah mendesak Presiden Turki untuk mengundang anggota untuk melakukan bisnis dengan mata uang nasional dari negara-negara anggota.

Dalam hal ini, Abolghasem Tahmasebi, ketua kelompok pakar Iran di komisi khusus kelompok D-8 mengkonfirmasikan pengesahan pembentukan kamar valuta asing dan mengatakan bahwa di sini telah ditekankan penggunaan mata uang non-dolar dan euro dalam perdagangan di antara anggota. Peluncuran sistem kartu kredit D-8 mirip dengan Master Card telah diusulkan oleh delegasi Malaysia.

Sidang kelompok D-8 di Anatolia, Turki

Menurut ahli masalah ekonomi Morad Rahdari dalam dialog dengan surat kabar Asr-e-eqtesad, mengacu pada pentingnya pengembangan internal ekspor dalam ekonomi negara-negara anggota G8 mengatakan, negara-negara Islam dapat memenuhi hingga 70 persen dari kebutuhan mereka dengan satu sama lain. Beberapa negara lain, seperti Iran dan Malaysia, telah maju secara industri dan produk ekspor dari negara-negara seperti Iran dan Malaysia dapat memenuhi banyak kebutuhan negara-negara Islam lainnya.

Aspek penting lainnya dari kerjasama ini adalah persiapan negara-negara untuk memanfaatkan peluang dan membekali mereka untuk mengatasi masalah yang telah diciptakan oleh sistem perdagangan dunia baru bagi negara-negara, terutama negara-negara berkembang. Iran sebagai anggota aktif dan kuat dari kelompok ini percaya bahwa anggota kelompok D-8 dapat memperkuat kerjasama mereka berdasarkan pada prinsip dan program-program yang telah disusun untuk mencapai tujuan bersama dan strategis ini.