Presiden Rouhani: Sanksi AS Bisa Dipatahkan dengan Persatuan Nasional
-
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyatakan, Iran akan bisa mematahkan sanksi AS dengan dukungan pemerintah dan rakyat.
Presiden Iran dalam pertemuan dengan pejabat kementerian ekonomi dan keuangan negara ini menegaskan bangsa Iran tidak akan menyerah ditekan sanksi AS.
"Pihak yang marah terhadap kebijakan AS, tidak hanya Iran, tapi juga pemerintah dan perusahaan Eropa juga berang menyikapinya," ujar Rouhani.
"Tidak pernah disaksikan dalam sejarah Gedung Putih terjadi pelanggaran hukum begitu parah," tegasnya.
Menyikapi pelanggaran terbaru AS, presiden Rouhani menegaskan, hari ini, jika AS tidak menjalankan komitmennya, maka Uni Eropa akan melawannya.
"Dengan JCPOA, semua negara setuju dengan Iran, dan kini semua negara dunia bersama Iran menghadapi AS," tutur Rouhani.
Mengenai ekspor minyak Iran, presiden Rouhani menkankan bahwa Iran mengekspor minyaknya dan mengabaikan sanksi Washington.
AS memberlakukan sanksi babak kedua terhadap Iran di bidang perbankan, transaksi finansial dan penjualan minyak yang dimulai Senin, 5 Oktober 2018. (PH)