Kampanye Norwegia: Skorsing Israel dari Sepak Bola Internasional
-
Pendukung tim sepak bola Norwegia membawa bendera Palestina dalam pertandingan antara Norwegia dan Israel
Pars Today - Menurut surat kabar Politico, Federasi Sepak Bola Norwegia, dengan memanfaatkan pengaruhnya di lembaga-lembaga sepak bola internasional, melancarkan kampanye untuk menangguhkan Federasi Sepak Bola Rezim Zionis dari FIFA dan melarang tim-tim rezim tersebut dari kompetisi internasional.
Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip Pusat Informasi Palestina, 16 Juli 2026, surat kabar Politico menambahkan bahwa kampanye ini dipusatkan pada "Lise Klaveness", Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, seorang pengacara dan mantan pemain tim nasional wanita Norwegia yang kini juga anggota Komite Eksekutif Uni Sepak Bola Eropa (UEFA).
Alih-alih memboikot pertandingan secara sepihak, ia berupaya memasukkan masalah hukuman bagi rezim Israel ke dalam struktur pengambilan keputusan sepak bola Eropa melalui jalur-jalur resmi FIFA dan UEFA.
Klaveness sebelumnya, dengan menekankan perlunya penerapan peraturan yang sama, mengatakan, "Kami percaya bahwa Israel harus diskors, dan ini menyangkut kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku."
Ia menyatakan bahwa diskusi tentang pelanggaran terhadap statuta FIFA dan UEFA tidak boleh berhenti, dan lembaga-lembaga olahraga tidak dapat bersikap acuh tak acuh terhadap penderitaan kemanusiaan yang meluas di Gaza.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Norwegia menolak memboikot secara sepihak pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan rezim Israel, karena kekalahan disipliner dapat memberikan tiga poin pertandingan kepada rezim tersebut dan meningkatkan peluang lolosnya. Norwegia akhirnya memenangkan pertandingan itu dengan skor 5-0.
Federasi Sepak Bola Norwegia juga menyumbangkan pendapatan dari penjualan tiket pertandingan melawan rezim Zionis untuk kegiatan medis dan bantuan kemanusiaan di Gaza.
Para penonton di stadion juga membawa bendera Palestina dan keffiyeh, serta memajang spanduk bertuliskan "Biarkan anak-anak hidup".
FIFA dan UEFA dengan cepat menskors tim-tim nasional dan klub Rusia setelah dimulainya perang Ukraina, tetapi meskipun ada perang Gaza dan tuduhan-tuduhan tentang pelanggaran hak-hak warga Palestina, tim-tim rezim Israel masih terus berpartisipasi dalam kompetisi internasional.
Kasus yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Palestina, selain merujuk pada serangan rezim Zionis ke Gaza, juga mendasarkan pada diskriminasi terhadap atlet Palestina dan Arab serta keberadaan klub-klub yang berbasis di permukiman ilegal di Tepi Barat dalam kompetisi sepak bola rezim tersebut. Para pengacara yang mendukung kasus ini mengatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut bertentangan dengan peraturan FIFA tentang larangan diskriminasi, hak asasi manusia, dan aktivitas klub di wilayah pendudukan.
Surat kabar Politico menilai bahwa masuknya Norwegia ke dalam kampanye ini membawa tuntutan skorsing rezim Israel melampaui batas-batas federasi Arab dan Asia, dan mengubahnya menjadi perdebatan serius dalam struktur sepak bola Eropa.
Meskipun ada tekanan yang terus berlanjut, FIFA sejauh ini belum menskors Federasi Sepak Bola Rezim Zionis. Berdasarkan laporan yang beredar, lembaga ini pada bulan Maret menolak untuk menjatuhkan hukuman skorsing, tetapi mendenda federasi rezim tersebut sebesar 150 ribu franc Swiss karena pelanggaran terkait diskriminasi dan perilaku menghina, serta mewajibkannya untuk melaksanakan program wajib guna memerangi diskriminasi.
Rezim Zionis dengan dukungan Amerika sejak 7 Oktober 2023 melancarkan perang penghancuran terhadap penduduk Jalur Gaza. Namun, setelah berbulan-bulan pembantaian dan kehancuran, rezim tersebut gagal mencapai tujuannya, termasuk menghancurkan gerakan Hamas dan membebaskan tawanan Zionis melalui jalur perang dan karena itu terpaksa menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan gerakan tersebut.
Rezim Zionis sejak gencatan senjata diberlakukan, telah mengabaikan pelaksanaan sebagian dari ketentuannya dan melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza.(Sail)