Gencatan Senjata Kian Rapuh; Israel Lancarkan Serangan Baru di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194656-gencatan_senjata_kian_rapuh_israel_lancarkan_serangan_baru_di_gaza
Pars Today - Rezim Zionis sekali lagi menargetkan sejumlah wilayah di utara dan selatan Jalur Gaza dengan serangan artileri.
(last modified 2026-08-10T04:41:44+00:00 )
Aug 10, 2026 11:40 Asia/Jakarta
  • Serangan artileri rezim Zionis ke Gaza (dok)
    Serangan artileri rezim Zionis ke Gaza (dok)

Pars Today - Rezim Zionis sekali lagi menargetkan sejumlah wilayah di utara dan selatan Jalur Gaza dengan serangan artileri.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Senin, 10 Agustus 2026, jaringan Al-Mayadeen, dengan mengumumkan berita ini, menambahkan bahwa unit artileri rezim Zionis menargetkan Jalan Al-Tineh di selatan Kota Khan Yunis di selatan Jalur Gaza.

Sementara itu, Al-Mayadeen melaporkan bahwa sejumlah warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan rezim Zionis di Kamp Jabalia di utara Jalur Gaza.

Rincian lebih lanjut tentang jumlah korban luka dan tingkat kerusakan akibat serangan ini belum dipublikasikan.

Serangan-serangan ini terjadi bersamaan dengan penolakan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, terhadap rencana 15 poin Gaza.

Netanyahu, dengan menolak rencana 15 poin, mengkondisikan penarikan pasukan rezimnya dari Gaza pada pelucutan senjata Hamas.

Ia pada hari Minggu (9/8) menyatakan bahwa rezim ini tidak akan keluar dari Gaza sampai Hamas dilucuti.

Netanyahu juga mengatakan bahwa selama ia masih menjadi perdana menteri, ia tidak akan mengizinkan pembentukan negara Palestina.

Ia menambahkan bahwa rezim Zionis sedang berdiskusi dengan pejabat AS tentang masalah pelucutan senjata Hamas.

Setelah pernyataan Netanyahu, Nikolay Mladenov, Utusan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza, pada Senin (10/8) malam menekankan bahwa yang mereka inginkan adalah tidak adanya penempatan dan penyebaran pasukan tentara Israel di luar "garis kuning" (garis pemisah) di Jalur Gaza.

Bertentangan dengan perlawanan, dalam wawancara dengan saluran televisi Israel ke-12, ia menyatakan bahwa Israel hanya akan mundur dari daerah-daerah yang telah secara resmi diumumkan telah sepenuhnya dibersihkan dari senjata dan terowongan.(Sail)