Iran Bersama Irak, Penekanan Rahbar Mengenai Perluasan Hubungan Tehran-Baghdad
-
Barham Salih dan Ayatullah Khamenei
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar hari Sabtu sore (17/11) dalam pertemuan dengan Barham Salih, Presiden Irak dan rombongan menekankan, "Irak bermartabat, kuat, independen dan maju sangat berguna bagi Iran dan kami akan tetap bersama dengan saudara-saudara Irak kami."
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga menilai cara untuk mengatasi kesulitan dan menghadapi konspirasi jahat adalah menjaga persatuan nasional di Irak seraya mengingatkan, "Beberapa negara di kawasan dan di luar kawasan sangat membenci Islam, Syiah, Sunni dan Irak serta mencampuri urusan internal Irak, dimana harus menghadapi mereka dengan kekuatan dan terkait menghadapi musuh yang tidak tahu malu dan transparan jangan beri ampun."
Ucapan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memiliki pesan mencerahkan dan mengingatkan satu urgensi bahwa negara-negara regional harus melakukan kerjasama dan konvergesi lebih dekat untuk menghadapi ancaman kolektif dan berusaha menciptakan stabilitas dan keamanan di seluruh kawasan dengan melakukan kerjasama satu dengan lainnya.
Pengalaman mengalahkan Daesh (ISIS) menunjukkan bahwa Iran dan Irak bersama-sama menghadapi konspirasi yang dirancang melawan kedua negara dan kawasan ini dapat mengubah jalur perubahan. Dalam proses transformasi Irak, pengorbanan rakyat tanpa akhir, manajemen krisis yang dilakukan para pejabat dan pandangan bijak dari Marjaiyat di Irak telah memainkan peran penting dalam menyelesaikan masalah dan melewati krisis.
Dengan menekankan pada poin ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyerukan perlunya mempertahankan dan memperkuat hubungan dengan Marjaiyat seraya mengatakan bahwa hubungan dengan Marjaiyat sangat efektif dan menawarkan solusi dalam berbagai tahap dan bagian.
Ucapan Presiden Irak dalam pertemuan tersebut juga menekankan poin yang disampaikan Rahbar. Bahram Salih mengatakan, "Kami menilai kebijaksanaan dan rasionalitas serta manajemen Marjaiyat sebagai satu nikmat besar bagi stabilitas, ketenangan dan kemajuan Irak."
Sekarang waktunya untuk mengembangkan kerjasama di segala bidang antara negara-negara di kawasan dan pentingnya masalah ini tidak kurang dari kerjasama masa lalu.
Nasrollah Tajik, pemerhati masalah internasional mengatakan, "Dari sudut pandang politik dan sosial, negara-negara tetangga memiliki tempat khusus bagi setiap negara dan memiliki banyak interaksi strategis di antara negara-negara bertetangga. Selain itu, setiap negara menempatkan negara tetangga mereka di lingkaran pertama dalam hal keamanan. Itulah mengapa Irak memiliki tempat khusus dalam kebijakan luar negeri Iran."
Tidak diragukan lagi, hubungan yang mendalam dan historis antara dua bangsa; Iran dan Irak adalah dukungan yang langka dan berharga, dimana contoh yang menonjol pada pawai akbar Arbain.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyinggung kehadiran lebih dari 2 juta peziarah Iran dalam pawai akbar Arbain tahun ini dan mengingatkan, "Hati semua peziarah Iran setelah kembali penuh dengan rasa terima kasih atas keramahan rakyat Irak dan ini mencerminkan kemurahan hati besar rakyat Irak dalam menjamu para peziarah Iran."
Dengan bersandarkan pada hubungan erat dan mendalam ini, dimana Republik Islam Iran dengan semua kemampuan dan kekuatan siap berada di sisi pemerintah dan bangsa Irak. Ayatullah Khamenei juga menekankan masalah ini dengan ucapannya, "Para pejabat Republik Islam sangat bertekad dan kokoh untuk memperluas kerjasama dengan Irak dan saya juga sangat percaya dengan masalah ini serta kami akan tetap bersama dengan saudara-saudara Irak kami."