Rouhani: Era Dikte Kebijakan AS di Kawasan telah Berakhir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65598-rouhani_era_dikte_kebijakan_as_di_kawasan_telah_berakhir
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, era dikte kebijakan telah berakhir dan Amerika Serikat tidak akan mampu mendiktekan keinginannya dari ribuan kilometer kepada bangsa di kawasan.
(last modified 2026-04-22T10:22:51+00:00 )
Des 19, 2018 18:30 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani
    Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, era dikte kebijakan telah berakhir dan Amerika Serikat tidak akan mampu mendiktekan keinginannya dari ribuan kilometer kepada bangsa di kawasan.

Rouhani Rabu sore (19/12) sebelum meninggalkan Tehran menuju Ankara kepada wartawan mengatakan, sikap pemerintah Turki terhadap konspirasi sanksi AS terhadap Iran seperti tetangga lainnya, sebuah sika tegas dan berpengaruh.

Hassan Rouhani

 

Rouhani bersama rombongan bertolak ke Ankara untuk menghadiri pertemuan Dewan Tinggi Strategis Iran-Turki kelima. "Selama kunjungan ini akan dibicarakan isu bilateral, regional, dunia dan internasional serta pembahasan kerja sama ekonomi, perbankan, perdagangan di sektor energi, minyak dan gas," papar Rouhani.

 

Presiden Iran menjelaskan, selama kunjungan ini juga akan digelar pertemuan bersama dengan bisnismen Iran dan Turki di sektor swasta yang akan dihadiri kepala negara kedua negara.

 

Rouhani menyebut keamanan regional dan perang kontra terorisme sebagai sektor lain kerja sama Iran dan Turki serta menandaskan, mengingat bahwa Turki tengah membangun tembok di perbatasan timur dan barat dengan Iran, maka isu lingkungan hidup juga akan menjadi agenda lain selama kunjungan ke Ankara.

 

Seraya mengisyaratkan perundingan trilateral Iran, Turki dan Rusia untuk menyelesaikan krisis Suriah, Rouhani mengatakan, Iran sejak awal krisis Suriah menuntut penerapan keamanan, pemulangan pengungsi Suriah ke rumah mereka serta menyerahkan penentuan nasib Suriah kepada rakyat negara ini.

 

Hassan Rouhani setelah jumpa pers dengan wartawan meninggalkan Tehran menuju Ankara. (MF)