Sejarawan AS: Kecenderungan Genosida dalam Rekam Jejak Trump
-
Sejarawan Amerika Timothy Snider
Pars Today - Pemimpin Demokrat DPR AS kembali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan perang Presiden AS yang terus berlanjut.
Protes terhadap kinerja dan kebijakan perang Presiden AS terus bergulir di kalangan tokoh-tokoh terkemuka negara itu. Melaporkan dari kantor berita Tasnim, Pars Today pada Kamis, 23 April 2026, Hakeem Jeffries, pemimpin Demokrat DPR, mengatakan, "Donald Trump tak pelak adalah orang paling bodoh yang pernah duduk di Gedung Putih."
Schumer: Iran Kini Lebih Tegas daripada Saat Trump Memulai Perang
Senator Demokrat Chuck Schumer juga menyatakan, "Pemerintah Iran, yang ingin diajak berdialog oleh AS, kini lebih tegas daripada saat Trump memulai perang ini."
Ia menambahkan, "Setiap hari perang mengerikan ini berlanjut, Trump semakin terpuruk."
Senator Demokrat Elizabeth Warren menegaskan, "Dulu, sebelum semua ini dimulai, Selat Hormuz terbuka dan segalanya berjalan normal. Kini segalanya terhenti. Trump berusaha membawa kita kembali ke keadaan sebelum perang dimulai."
Snider: Militer AS Sekarang Bergerak di Bawah Bayang-bayang Genosida
Sejarawan Amerika Timothy Snider mengatakan, "Kamu tidak bisa sekaligus tidak kompeten dan berniat jahat. Satu-satunya alasan genosida tidak dapat dibuktikan adalah karena panglima tertinggi tidak pernah secara eksplisit menyatakan niatnya untuk melakukannya, sementara kita melihat kecenderungan genosida dalam rekam jejak presiden kita."
Ia menegaskan, "Saat ini, apa pun yang dilakukan militer AS berada di bawah bayang-bayang kecenderungan genosida ini."(sl)