Somalia: Kapal Israel Dilarang Lewat Bab Al-Mandab
https://parstoday.ir/id/news/world-i188852-somalia_kapal_israel_dilarang_lewat_bab_al_mandab
Pars Today - Mogadishu balas aksi Tel Aviv yang "akui" Somaliland. Diplomasi sengit di Tanduk Afrika.
(last modified 2026-04-23T13:14:19+00:00 )
Apr 23, 2026 20:13 Asia/Jakarta
  • Bab Al-Mandab
    Bab Al-Mandab

Pars Today - Mogadishu balas aksi Tel Aviv yang "akui" Somaliland. Diplomasi sengit di Tanduk Afrika.

Pukulan Balik Somalia

Pemerintah Somalia mengambil langkah berani. Mereka mengumumkan larangan bagi kapal-kapal Israel untuk melintasi Selat Bab Al-Mandab, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Langkah ini merupakan respons langsung atas pengakuan rezim Zionis terhadap wilayah separatis "Somaliland".

Duta Besar Somalia untuk Ethiopia dan Uni Afrika, Abdullahi Warfa, menyampaikan peringatan tegas. Ia menyatakan bahwa setiap negara yang mencampuri urusan internal Somalia dan merusak kedaulatan serta kesatuannya akan menghadapi konsekuensi berat. Sanksi yang dimaksud termasuk pembatasan akses ke Selat Bab Al-Mandab .

Akar Masalah: "Pengakuan" Israel

Keputusan dramatis ini dipicu oleh langkah Israel yang menjadi negara pertama di dunia secara resmi mengakui Somaliland sebagai "negara merdeka" pada Desember 2025. Bahkan, Israel telah menunjuk duta besar nonresiden untuk wilayah tersebut, Michael Lotem, yang sebelumnya bertugas di Kenya dan Azerbaijan. Sebagai langkah timbal balik, Somaliland telah lebih dulu mengirimkan duta besarnya untuk Israel pada Februari 2026.

Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap hukum internasional dan kedaulatan Somalia. Somaliland memang telah memisahkan diri sejak 1991, tetapi tidak pernah diakui oleh PBB atau negara mana pun. Wilayah ini bahkan sempat menawarkan akses pangkalan militer ke AS sebagai imbalan pengakuan, tetapi tawaran tersebut belum membuahkan hasil.

Langkah Israel ini menuai kecaman luas. Para analis meyakini hasrat utama Israel adalah membangun "negara satelit" di ujung selatan Laut Merah yang selaras dengan kepentingannya, untuk mengelilingi Yaman, Arab Saudi, Mesir, dan Turki.

Diplomasi dan Dampak

Kecaman Serempak: Reaksi keras tidak hanya datang dari Somalia. Uni Afrika secara resmi mengutuk langkah Israel, menyebut pengakuan terhadap Somaliland sebagai "batal demi hukum". Menteri luar negeri dari Mesir, Somalia, Sudan, Libya, Bangladesh, Aljazair, Arab Saudi, Palestina, Turki, dan Indonesia juga mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Israel. OIC, GCC, Liga Arab, dan UE juga angkat suara.

Pertarungan Diplomatik: Somalia saat ini dibantu oleh Turki yang memiliki pangkalan militer di Mogadishu .

Implikasi Global: Tindakan Somalia ini bisa mengganggu stabilitas di kawasan yang sudah rapuh. Ini bukan hanya soal satu negara, tetapi preseden bahaya bagi integritas teritorial di seluruh Afrika.(sl)