Rouhani: Sanksi, Peluang Iran dan Turki Tingkatkan Kerja Sama
-
Presiden Iran dan Turki
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Iran dan Turki bisa menjadikan sanksi lalim Washington terhadap Tehran sebagai peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
Di hadapan para pengusaha dan pelaku ekonomi Iran dan Turki, Rouhani hari Kamis (20/12) menegaskan kesiapan Tehran untuk memenuhi kebutuhan energi Turki dalam jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, Rouhani kembali menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai tindakan lalim yang bertentangan dengan aturan internasional.
"Selain aturan internasional dan kepentingan bangsa-bangsa, tidak ada kekuatan lain yang bisa mempengaruhi hubungan ekonomi Iran dan Turki," ujar Presiden Iran.
Rouhani dalam pidatonya tetap optimis menyikapi berlanjutnya sanksi AS terhadap Iran.
"Kondisi akibat sanksi zalim dan tidak adil terhadap Iran bisa diubah menjadi situasi yang bernilai bagi hubungan ekonomi Iran dan Turki, sehingga tidak ada satu ancamanpun yang bisa mempengaruhinya," tegas Rouhani.
Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Iran menegaskan penolakan Ankara terhadap sanksi sepihak Washington atas Tehran.
"Turki tidak bisa menerima sanksi ini, dan tidak ada satu pihak pun yang bisa meminta Turki untuk menurunkan hubungan ekonominya dengan Iran," papar Erdogan.
"Langkah sepihak AS mengancam keamanan global, dan semua pihak harus tahu bahwa dunia saat ini membutuhkan perdamaian dan keamanan, bukan perang," tegas Presiden Turki.(PH)