Republik Islam Iran akan Selalu Bersama Rakyat Palestina
-
Ziyad al-Nakhalah dan Mohammad Javad Zarif
"Republik Islam Iran akan selalu bersama rakyat Palestina dan tetap mendukung citac-cita mereka\."
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran hari Sabtu (29/12) saat melakukan pertemuan dengan Sekjen Jihad Palestina, Ziyad al-Nakhalah mengatakan, "Mendukung Palestina adalah salah satu prinsip dasar kebijakan luar negeri Republik Islam Iran."
Ziyad al-Nakhalea, Sekjen Jihad Islam Palestina juga menyatakan terima kasih atas dukungan Iran bagi rakyat Palestina, seraya menyatakan, "Iran adalah pendukung sejati perjuangan Palestina."
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam menanggapi surat Ismail Haniya, Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) yang berisikan penghargaan atas dukungan rakyat Iran, menekankan posisi abadi Republik Islam Iran dalam mendukung Palestina. Beliau menilai solusi masalah Palestina adalah memperkuat sayap perjuangan dan Muqawama di dunia Islam dan mengintensifkan perjuangan melawan rezim perampas Palestina dan pendukungnya.
Beliau mengingatkan, "Bergerak menuju negosiasi dengan rezim penipu, pembohong dan perampas adalah kesalahan besar yang tidak termaafkan yang akan menghambat kemenangan rakyat Palestina dan hanya merugikan bangsa tertindas Palestina. Tidak diragukan lagi bahwa kembali pada kejayaan dan kekuatan bagi bagi umat Islam hanya dapat diraih dengan keteguhan menghadapi kekuatan arogan dan rencana busuknya, dan masalah Palestina adalah yang paling utama dalam semua masalah internasional melawan kekuatan arogan."
Mendukung hak-hak warga Palestina yang tertindas dan terlantar dan mendukung penuh mereka untuk mengusir agresor Zionis dari seluruh wilayah Palestina serta mengatur nasib mereka sendiri adalah salah satu contoh paling jelas akan tanggung jawab agama dan nasional bagi negara-negara Islam.
Dalam hal ini, sesuai dengan pasal 152 dan 154 UUD Republik Islam Iran menyebutkan, "Pembelaan terhadap hak-hak semua Muslim" dan mendukung "perjuangan menuntut kebenarand ari kaum tertindas melawan kaum arogan di bagian dunia mana pun" adalah tanggung jawab Republik Islam Iran di bidang kebijakan luar negeri.
"Menolak segala bentuk penjajahan" dan mendukung "kemerdekaan dan kebebasan" serta menikmati "pemerintahan yang benar dan adil" untuk "semua orang di dunia" adalah salah satu kebijakan permanen yang diuraikan dalam dua prinsip sistem Republik Islam.
Mempertahankan al-Quds harus menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri semua negara Islam. Prioritas ini penting dalam menentukan nasib Palestina. Oleh karena itu, setiap tindakan yang akan mengarah pada penyimpangan dalam perjalanan perjuangan melawan rezim Zionis sebagai ancaman utama bagi dunia Islam dan dianggap sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam di dunia.
Hassan Hanizadeh, pakar masalah kebijakan luar negeri soal Palestina mengatakan, "Palestina sebagai kiblat Muslim pertama sangat penting, tetapi Arab Saudi ingin masalah Palestina dilupakan."
Masalah Palestina dan nasib sebuah bangsa yang hak-haknya telah diinjak-injak dan diusir dari tanah air mereka tidak pernah dilupakan. Muqawama saat ini lebih unggul dari masa lalu dalam hal kapasitas dan kemampuannya melawan penjajah dan berdiri melawan Israel dan tidak akan pernah membiarkan rezim Zionis mencapai tujuannya.
Penekanan al-Nakhalah dalam menanggapi upaya beberapa negara Arab dan Barat untuk menghantam Muqawama merupakan pesan yang jelas. Sekjen Jihad Islam Palestina menekankan bahwa rakyat Palestina akan lebih bertekad dari sebelumnya untuk melanjutkan jalan mereka hingga mencapai kemenangan puncak. Sebagaimana ditekankan oleh Sekje Gerakan Jihad Islam Palestina, hasil dari perlawanan ini adalah kemampuan untuk menggalang pawai akbar Hak Kepulangan dan mengalahkan invasi Zionis Israel baru-baru ini.
Kebangkitan dan kemauan yang kuat ini tentunya akan membawa nasib Palestina mendekati cita-cita bangsa Palestina.