Qassemi: Trump Mendorong Timur Tengah ke Krisis Baru
-
Bahram Qassemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, keputusan pribadi presiden AS sangat berbahaya bagi seluruh dunia, khususnya kawasan sensitif Timur Tengah akan terseret ke arah krisis baru.
Presiden AS Donald Trump Kamis (21/3) di akun twitternya menulis, kini tiba saatnya setelah 52 tahun, Washington secara penuh mengakui Israel di Dataran Tinggi Golan.
Bahram Qassemi Jumat (22/3) seraya mengecam keputusan Trump menambahkan, rezim Zionis Israel sebagai rezim penjajah tidak memiliki kedaulatan atas wialyah Arab dan Islam manapun, dan harus segera mengakhiri agresi dan penjajahannya.
"Golan berdasarkan resolusi PBB dan Dewan Keamanan merupakan wilayah pendudukan dan milik Suriah serta tidak ada solusi bagi wilayah ini kecuali diakhirinya penjajahan Israel," papar Qassemi.
Jubir Kemenlu Iran menekankan, keputusan intervensif presiden AS terkait Golan bukan saja tidak mengubah kepemilikan Suriah atas wilayah ini, tapi dengan jelas menunjukkan kegagalan kebijakan damai dan kebenaran opsi muqawama serta resistensi melawan agresi dan ketamakan Amerika Serikat dan Israel.
Qassemi seraya memperingatkan perilaku AS dan Israel yang suka menggertak menekankan, Republik Islam Iran mengawasi dengan teliti seluruh transformasi mendatang dan akan mengambil kebijakan yang tepat dengan bekerja sama serta lobi dengan pemerintah Suriah dan pemerintah lainnya. (MF)